Dark/Light Mode

KPI Beberkan Lima Langkah Strategis Jawab Tantangan Energi Dunia

Kamis, 9 Oktober 2025 16:02 WIB
Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menyampaikan hal itu dalam pembukaan forum ASIA-TECH 2025 di Jakarta, Rabu (8/10). (Foto: Dok. KPI).
Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menyampaikan hal itu dalam pembukaan forum ASIA-TECH 2025 di Jakarta, Rabu (8/10). (Foto: Dok. KPI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia tengah menghadapi dua tantangan utama di sektor energi: menjaga ketahanan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan mempercepat transisi menuju energi rendah karbon.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menyampaikan hal itu dalam pembukaan forum ASIA-TECH 2025 di Jakarta, Rabu (8/10).

“Ini adalah tantangan yang membutuhkan keseimbangan, visi, dan yang terutama kemitraan,” ujar Taufik.

Sebagai Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, KPI berperan strategis dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Menurut Taufik, langkah ini mendorong KPI tidak hanya memperkuat kapasitas kilang dan petrokimia, tetapi juga mengintegrasikan prinsip dekarbonisasi, bahan bakar terbarukan, dan ekonomi sirkular ke dalam strategi nasional.

Baca juga : UHC Dan Lima Program Kesehatan Paru

“KPI memiliki misi yang jelas yaitu memastikan ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi pionir menuju bahan bakar berkelanjutan di Asia Tenggara,” tegasnya.

Taufik menyebut, KPI telah menorehkan lima pencapaian strategis. Pertama, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga menghasilkan bahan bakar bersih berstandar Euro 5.

Kedua, pengembangan Green Refinery dan bahan bakar berkelanjutan seperti Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) berbasis minyak jelantah dan Hydrotreated Vegetables Oil (HVO) dari minyak sawit, yang memposisikan Indonesia sebagai pelopor energi hijau di Asia Tenggara.

Ketiga, KPI menerapkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk predictive maintenance dan efisiensi energi.

“Hal ini membuat operasi lebih kompetitif dan rendah emisi,” kata Taufik.

Baca juga : Terbesar Di ASEAN, Tangki Raksasa Lawe-Lawe Jadi Ikon Baru Ketahanan Energi RI

Keempat, penguatan kolaborasi regional dengan mitra teknologi, investor, dan perusahaan minyak nasional (national oil company atau NOC) untuk inovasi katalis, fleksibilitas bahan baku, serta ketahanan rantai pasok.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menegaskan komitmen pemerintah memperkuat sektor hilir migas demi ketahanan energi dan masa depan rendah karbon.

Ia menjelaskan, permintaan gas alam global diperkirakan meningkat pada 2026, sehingga Indonesia perlu memperluas jaringan pipa dan membangun klaster virtual pipeline guna memperkuat distribusi energi bersih.

“Peluang untuk memodernisasi infrastruktur melalui rekayasa dan teknologi menjadi kunci agar hilirisasi lebih berkelanjutan,” ujar Laode.

Forum ASIA-TECH 2025, yang diselenggarakan oleh Euro Petroleum Consultants (EPC) bersama KPI pada 8–9 Oktober di Jakarta, dihadiri delegasi dari Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Kuwait, Belanda, dan China.

Baca juga : Pertamina Perkuat Strategi Menuju Indonesia Mandiri Energi

Forum ini menjadi ajang berbagi wawasan, menjalin kemitraan, dan merumuskan strategi menghadapi tantangan energi global.

KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan ini juga terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen menerapkan sepuluh prinsip universal UNGC dalam operasionalnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.