RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Studi Asia Tenggara (PSAT) menggelar Launching of Hasjim Djalal's Archive atau Arsip Digital Hasjim Djalal di kantor Sekretariat Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jakarta, Senin (27/10/2025). Pemimpin PSAT Dino Patti Djalal menjelaskan, Hasjim Djalal's Archive adalah proyek pertama dari PSAT yang di dalamnya terdapat seribu karya tulisan mendiang Prof Hasjim Djalal yang dilestarikan dalam arsip yang dapat diakses publik.
"PSAT adalah organisasi yang didirikan oleh Prof Hasjim Djalal yang melaksanakan kajian tentang Asia Tenggara dan mempromosikan dialog dan kerja sama di Laut China Selatan," kata Dino kepada Rakyat Merdeka, Senin.
Hasjim Djalal yang dulunya diplomat adalah salah satu arsitek utama dari United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yang disahkan pada 1982. Hukum Laut Internasional tersebut mengakui konsep negara kepulauan serta menetapkan zona lautan, zona ekonomi eksklusif ( ZEE ) dan hak-laut bagi negara.
Baca juga : Ada Digital CS, Layanan BRI Cabang Cikarang Kini Jadi Simpel
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1981-1983 itu, berperan dalam memperjuangkan pengakuan internasional yang menekankan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.
Dino mengatakan, dalam proyek kali ini pihaknya di PSAT melakukan digitalisasi terhadap dokumen-dokumen, laporan, serta analisis yang dibuat Prof Hasjim Djalal. Saat ini, ada sekitar seribu dokumen yang berhasil didigitalkan, dan masih banyak lagi yang akan di proses.
"Ketika saya melihat perpustakaan di rumah ayah saya, saya menemukan begitu banyak laporan yang bersifat rahasia dan sangat strategis, penting bagi sejarah diplomasi Indonesia. Jadi, inilah yang kami lakukan, melakukan pengabadian digital atas warisan pemikiran beliau," ujarnya.
Cara Mengakses
Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo: Ekonomi Stabil, Diplomasi Global Kian Aktif
Pendiri FPCI itu mengatakan, Hasjim Djalal's Archive dapat diakses secara gratis dan mudah. Pembaca masuk ke website Hasjim Djalal's Archive dan mendaftarkan alamat email.
Pengguna langsung dapat mengakses makalah, artikel yang pernah dimuat di surat kabar, komentar, pendapat, pernyataan, termasuk teks pidato dan kata sambutan yang pernah disampaikan Hasjim. Selain tulisan, terdapat pula galeri foto dan video almarhum yang memuat kegiatan-kegiatan Prof. Hasjim semasa hidup.
"Cukup login dan register menggunakan email. Kami tidak meminta informasi pribadi lainnya. Email hanya digunakan agar kami tahu siapa yang mengakses. Setelah itu, mereka bisa mengakses seluruh dokumen yang tersedia," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.