Dark/Light Mode

Menperin: Transformasi Digital Industri RI Masih Lambat, Perlu Akselerasi

Rabu, 17 September 2025 14:25 WIB
Foto: Aditya/Rakyat Merdeka
Foto: Aditya/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kritik terhadap sektor industri manufaktur di Indonesia yang dinilai belum optimal menerapkan teknologi industri 4.0. Kondisi ini membuat kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional juga belum maksimal.

Menurut Agus, dibutuhkan langkah strategis untuk mempercepat terbentuknya ekosistem transformasi digital agar industri manufaktur semakin inovatif dan berdaya saing global.

“Indonesia sebagai negara besar dan kaya sumber daya alam belum dapat mengadopsi dan menerapkan inovasi secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya pada acara Indonesia 4.0 Conference & Expo 2025 di Jakarta, Rabu (17/9).

Berdasarkan laporan Global Innovation Index (GII) 2024 yang dirilis World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia menempati peringkat ke-54 dari 133 negara, serta posisi ke-8 di kelompok negara upper-middle income.

Baca juga : Pemerintah Dorong Transformasi Digital, AI Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

“Enam indikator Indonesia mengalami perbaikan dalam jangka pendek, mulai dari publikasi ilmiah, investasi R&D, jumlah paten internasional, konektivitas digital, penggunaan robot, hingga produktivitas tenaga kerja,” kata Agus.

Namun, ia menekankan perlunya evaluasi dibandingkan data tahun sebelumnya, termasuk posisi negara-negara ASEAN yang menempati peringkat lebih tinggi. “Masih banyak homework yang harus diselesaikan untuk mempercepat transformasi digital di sektor industri,” tambahnya.

Agus juga menyinggung ekosistem inovasi nasional yang masih perlu diperkuat. Tahun ini, Kemenperin hanya mencatat 15 judul inovasi baru dari 15 perusahaan industri dalam ajang Rintisan Teknologi Industri (Rintek). “Kami berharap peningkatan rintek sangat diperlukan agar kreativitas di kalangan industri tumbuh subur,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga mencatat kenaikan dua peringkat dalam World Digital Competitiveness Ranking 2024 yang dirilis IMD, kini berada di posisi ke-43 dari 67 negara. Meski naik, Agus menilai daya saing digital Indonesia masih jauh dari memuaskan.

Baca juga : Menteri Ekraf Dorong Industri Dance Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

“Future readiness atau kesiapan memanfaatkan peluang digital menjadi faktor yang paling menonjol. Hal ini mencakup sikap adaptif, kelincahan bisnis, dan integrasi teknologi informasi,” jelasnya.

Agus menambahkan, digitalisasi sudah memberikan dampak nyata di sektor manufaktur. Berdasarkan laporan 29 perusahaan National Lighthouse Industry 4.0, terjadi peningkatan signifikan pada kecepatan peluncuran produk, efisiensi proses produksi, hingga pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa adopsi teknologi digital bukan hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi yang berdaya saing tinggi dan berorientasi keberlanjutan,” tegasnya.

Ia pun mendorong semakin banyak perusahaan Indonesia yang bisa masuk dalam Global Lighthouse Network yang diinisiasi World Economic Forum (WEF). “Dengan begitu, industri Indonesia bisa menginspirasi sektor lain untuk bertransformasi dan memperluas jejaring global,” katanya.

Baca juga : Kemenperin Luncurkan Reformasi TKDN, Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Agus menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dengan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data. “Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Indonesia akan mampu mempercepat langkah menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen Kemenperin untuk terus berpihak pada industri dalam negeri. “Target industri maupun ekonomi nasional akan berjalan lebih cepat jika kita bersatu padu. Kuncinya satu, untuk Indonesia Maju,” pungkas Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.