Dark/Light Mode

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Tadi, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Minggu, 3 Agustus 2025 11:51 WIB
Kondisi Gunung Semeru, Minggu (3/8) pagi. Foto: BG-KESDM
Kondisi Gunung Semeru, Minggu (3/8) pagi. Foto: BG-KESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 

Sepanjang Minggu pagi (3/8), gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini meletus sebanyak empat kali. Kolom abu terpantau membumbung hingga 900 meter di atas puncak. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menetapkan sejumlah pembatasan aktivitas masyarakat di sekitar gunung.

Letusan pertama terjadi tepat tengah malam, pukul 00.11 WIB. Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, tinggi kolom abu mencapai 400 meter dari puncak, atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut. 

Baca juga : Kilang Pertamina Atasi Sampah, Warga Kutawaru Raup Cuan

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto dilansir ANTARA, Minggu (3/8).

Empat jam kemudian, erupsi kedua menyusul pada pukul 05.17 WIB. Kolom letusan kali ini menjulang lebih tinggi, mencapai 900 meter dari puncak. 

Abu vulkanik tampak mengarah ke selatan dengan warna yang sama, putih ke kelabu, dan intensitas sedang. 

Satu jam berikutnya, pada pukul 06.00 WIB, gunung kembali memuntahkan material vulkanik. Letusan ketiga membentuk kolom setinggi 700 meter yang juga condong ke selatan.

Baca juga : Gunung Semeru Meletus Dua Kali, Warga Diminta Waspada

Tak lama berselang, erupsi keempat terjadi pukul 08.04 WIB. Kali ini, kolom abu teramati mencapai 500 meter dari kawah, mengarah ke barat daya dan selatan. Intensitasnya lebih tebal dibandingkan letusan sebelumnya. Aktivitas ini tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi gempa 128 detik.

Meskipun intensitas erupsi belum masuk kategori ekstrem, PVMBG tetap menetapkan status Gunung Semeru pada Level II atau Waspada. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah. 

Selain itu, larangan juga berlaku untuk sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, hingga jarak delapan kilometer dari pusat letusan.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Baca juga : Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Tinggi Letusan Terakhir 1,2 Km Di Atas Puncak

Besuk Kobokan, salah satu jalur aliran utama dari kawah Semeru, dikenal menjadi titik rawan setiap kali gunung meletus. Di musim hujan, kawasan ini kerap dilalui lahar dingin. 

Saat hujan lebat mengguyur lereng gunung, endapan material letusan bisa terbawa air dan membentuk banjir lahar yang berbahaya bagi desa-desa di hilir.

Liswanto mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder seperti awan panas guguran, lava pijar, dan aliran lahar hujan. Terutama di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, dengan perhatian khusus pada Besuk Kobokan yang menjadi jalur utama aliran material vulkanik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.