BREAKING NEWS
 

Trump Pastikan Gugatan Terhadap BBC Tetap Berlanjut

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 15 November 2025 16:32 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam keterangan pers di pesawat Air Force One, Jumat (14/11/2025). (Foto: YouTube White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan, pihaknya akan terus maju mengambil langkah hukum terhadap BBC, yang dinilai telah melakukan editing manipulatif terhadap dirinya dalam film dokumenter Panorama berjudul “Trump: A Second Chance?” yang ditayangkan tahun lalu.

Hal ini disampaikan Trump kepada wartawan di Air Force One, sebagaimana terpantau dalam kanal YouTube Gedung Putih, Sabtu (15/11/2025). “Mungkin minggu depan, kami akan menuntut mereka antara 1 miliar sampai 5 miliar dolar AS (Rp 16,7 triliun sampai Rp 83,53 triliun),” ujar Trump.

“Kami akan tetap menuntut, meski mereka telah mengaku bersalah. Mereka telah melakukan manipulasi, dengan mengubah kata-kata yang keluar dari mulut saya,” imbuhnya.

Baca juga : LPKR Perkuat Tata Kelola Lewat Pengadaan Berkelanjutan

Trump menilai editing film tersebut mengerikan. Bahkan, lebih buruk daripada masalah Kamala. Hal itu merujuk pada perselisihan yang dialaminya dengan kantor berita AS CBS, terkait wawancara di program 60 Minutes dengan lawannya di Pemilu 2024, Kamala Harris.

Adsense

Atas perselisihan tersebut, Paramount Global yang menaungi CBS, setuju membayar 16 juta dolar AS atau Rp 267,30 miliar untuk menyelesaikan sengketa hukum atas wawancara tersebut pada Juli 2025.

BBC Ngaku Salah

Kamis (13/11/2025), BBC mengaku telah melakukan kesalahan dalam penyuntingan pidato Trump pada 6 Januari 2021, saat terjadi kerusuhan di Gedung Capitol. Dalam tayangan itu, dua kalimat dalam pidato Trump yang sebenarnya terpisah 54 menit dijadikan satu. Sehingga, seolah-olah Trump menyerukan massa pendukungnya untuk menyerbu Kantor Kongres AS. Namun, BBC menolak permintaan Trump untuk membayar kompensasi senilai 1 miliar dolar AS (Rp 16,7 triliun).

Baca juga : Tito Karnavian Diganjar Penghargaan Teladan Bidang Pemerintahan

“Kami tidak akan menayangkan program tahun 2024 itu lagi,” janji BBC dalam pernyataan resminya.

Secara terpisah, Ketua BBC Samir Shah juga bersurat ke Gedung Putih untuk menjelaskan penyesalan pihaknya terhadap kasus editing pidato Trump. Dia memastikan, tidak ada maksud buruk dalam penayangan film dokumenter tersebut. Lima argumen terkait hal tersebut, disampaikan melalui surat itu.

Pertama, BBC tidak memiliki hak untuk dan tidak mendistribusikan episode Panorama di saluran AS-nya. Ketika dokumenter ini tersedia di BBC iPlayer, penayangannya dibatasi untuk pemirsa di Inggris. Kedua, film dokumenter itu tidak membahayakan Trump, karena dia terpilih kembali tak lama setelahnya.

Baca juga : KSPSI Pastikan 285 Buruh Multistrada Kembali Bekerja Usai PHK

Ketiga, klip tersebut tidak dirancang untuk menyesatkan, melainkan hanya untuk memperpendek pidato yang panjang. Tidak ada niat jahat yang melatari editing film tersebut. Keempat, klip tersebut tidak dimaksudkan untuk dilihat secara terpisah. Sebaliknya, klip tersebut merupakan bagian dari program berdurasi satu jam, yang juga memuat banyak suara yang mendukung Trump. Kelima, pendapat mengenai masalah yang menjadi perhatian publik dan pidato politik sangat dilindungi berdasarkan undang-undang pencemaran nama baik di AS. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense