RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang desakan agar Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong mundur, semakin menguat. Selama dua hari berturut-turut, yaitu Minggu (16/11/2025) hingga Senin (17/11/2025), ratusan ribu orang turun ke jalan. Mereka menuntut transparansi atas dugaan korupsi besar-besaran dalam proyek mitigasi banjir.
Aksi yang dimulai Minggu (16/11/2025) itu menarik lebih dari 600 ribu demonstran dan dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (18/11/2025). Demonstrasi diprakarsai jemaat Iglesia Ni Cristo (INC).
Gereja yang beranggotakan 2 juta orang itu dikenal memiliki basis massa solid dan pola dukungan bloc voting (tradisi yang seluruh anggota gereja memilih kandidat politik yang sama sesuai arahan pimpinan gereja).
Demonstrasi digelar serentak di berbagai wilayah. Pusat kerumunan berada di Taman Rizal, Manila, serta Monumen Kekuatan Rakyat EDSA (Epifanio de los Santos Avenue), Quezon City. Untuk mengamankan aksi damai itu, 16.500 polisi telah diterjunkan.
Massa membawa spanduk yang menuntut Presiden Marcos Jr segera mundur dari jabatannya. Para demonstran marah karena Pemerintah dinilai lamban menyelidiki proyek banjir yang sarat korupsi.
Baca juga : Soal Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat, Dirut KAI Bilang Begini
“Kami menuntut Pemerintah melakukan penyelidikan yang nyata dan tulus, dan tidak menutup-nutupi siapa pun yang terlibat,” ujar demonstran Freddie Beley (60), dilansir Reuters.
INC, melalui juru bicaranya Edwin Zabala, menegaskan bahwa aksi ini bentuk protes warga terhadap kejahatan korupsi di pemerintahan.
Skandal proyek pengendalian banjir mencuat setelah Presiden Marcos Jr pada Agustus mengumumkan hasil audit internal yang menunjukkan adanya penyimpangan serius. Sejak itu, lingkaran terduga pelaku korupsi makin meluas.
Marcos juga telah membentuk komisi pencari fakta. Tim itu telah mengajukan tuntutan pidana terhadap 37 orang, menggugat 86 eksekutif perusahaan konstruksi dan 9 pejabat Pemerintah atas dugaan penggelapan pajak hampir 9 miliar peso (Rp 2,5 triliun).
Penyelidikan menyeret berbagai pihak. Seperti pejabat Departemen Pekerjaan Umum, eksekutif perusahaan konstruksi besar, anggota Kongres dan Senat. Termasuk sepupu Presiden, Ketua DPR Martin Romualdez, Ketua Senat Chiz Escudero, hingga Senator Bong Go, sekutu mantan Presiden Rodrigo Duterte. Namun, mereka membantah semua tuduhan itu.
Baca juga : Siagakan 600 Pompa, Pramono Ngarep Banjir Di Jakarta Lebih Cepat Surut
Para pelaku diduga memperkaya diri melalui proyek banjir yang tak memenuhi standar. Bahkan tidak pernah dibangun sama sekali.
Departemen Keuangan Filipina memperkirakan, negara kehilangan hingga 118,5 miliar peso (sekitar Rp 33,5 triliun) dalam proyek pengendalian banjir periode 2023–2025. Banyak proyek disebut sebagai infrastruktur bodong. Namun, hingga hampir 100 hari sejak penyelidikan dimulai, belum ada pihak yang ditahan.
“Hampir seratus hari berlalu, belum ada yang dipenjara,” protes demonstran Armelyn Bandril (35).
Kemarahan warga makin membesar setelah dua badai besar menghantam Filipina awal bulan ini dan menewaskan sedikitnya 259 orang. Publik mempertanyakan efektivitas proyek mitigasi banjir yang ternyata bermasalah.
Demonstrasi Terbesar
Demonstrasi yang menekan langsung posisi Presiden Marcos Jr ini menjadi salah satu yang terbesar di Filipina dalam beberapa tahun terakhir. Ini juga menandakan kian merosotnya kepercayaan publik terhadap pemerintahannya.
Baca juga : Waskita Karya Kebut Proyek Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh
Pekan lalu, Marcos pernah berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab atas skandal proyek-proyek tersebut akan dipenjara sebelum Natal.
Pelaksana Tugas Sekretaris Kantor Komunikasi Kepresidenan Dave Gomez mengatakan, Presiden Marcos memantau jalannya demonstrasi besar ini.
“Presiden mencari jalan keluar untuk memenuhi tuntutan rakyat,” ujar Gomez kepada wartawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.