Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat, Dirut KAI Bilang Begini
Senin, 3 November 2025 17:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan tanggapannya soal dugaan penggelembungan anggaran atau mark up proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh, yang saat ini tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Yang jelas, PT Kereta Cepat Indonesia China sangat patuh dan taat kepada hukum. Kami sangat mendukung permintaan-permintaan data atau kesaksian dari KPK," kata Bobby dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Baca juga : 400 Warga Makassar Ikuti Cek Kesehatan Gratis Dari Dexa Medica
Soal restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh, Bobby mengaku hal tersebut sempat disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, dia tidak menjelaskan detailnya secara rinci. Yang pasti, hal tersebut sudah dibahas dengan Danantara. "Kami sudah berkoordinasi dengan Danantara sebagai holding dari KAI," ujar Bobby.
Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo meminta pihak-pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi KCIC, agar kooperatif memenuhi panggilan. “Kami tentunya juga mengimbau kepada siapa saja pihak-pihak yang diundang dan dimintai keterangan terkait dengan perkara KCIC ini, agar kooperatif dan menyampaikan informasi, data, dan keterangan yang dibutuhkan,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
Baca juga : PGN Salurkan Gas Bumi Ke Wisma Atlet, Hadirkan Energi Bersih Di Rusun
Baca juga : Madura United Gerak Cepat Benahi Diri Jelang Lawan PSM
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya