RM.id Rakyat Merdeka - Kontes Miss Universe ke-74 resmi mengukuhkan Fatima Bosch dari Meksiko sebagai pemenang pada malam penobatan di Thailand, Jumat (21/11). Kemenangan wanita berusia 25 tahun yang merupakan seorang relawan kemanusiaan ini menutup kompetisi yang disebut-sebut paling banyak diwarnai skandal dan drama.
Bosch berhasil meraih mahkota setelah menyisihkan lebih dari seratus peserta dari berbagai negara. Praveenar Singh dari Thailand dinobatkan sebagai runner-up pertama, diikuti Stephany Abasali dari Venezuela sebagai runner-up kedua.
Perwakilan Filipina dan Pantai Gading turut melengkapi daftar lima besar. Dalam sesi final, Bosch menyampaikan pesan pemberdayaan perempuan.
"Percayalah pada kekuatan Anda yang otentik. Impian Anda penting, hati Anda juga penting. Jangan pernah biarkan siapa pun meragukan harga diri Anda," tuturnya.
Baca juga : Putri Aceh Dan Putra Jawa Timur Dinobatkan Jadi Duta DPD RI 2025
Kemenangan Bosch terjadi setelah dirinya menjadi pusat drama besar di awal November. Kekacauan bermula ketika Direktur Miss Thailand, Nawat Itsaragrisil, secara terbuka menegur dan diduga menghinanya di hadapan kontestan lain terkait unggahan promosi di media sosial.
Dalam tayangan langsung yang beredar luas, Bosch memutuskan walk out dari ruangan sebagai bentuk protes. Ia menegaskan ajang tersebut seharusnya menjadi ruang bagi perempuan untuk bersuara.
"Apa yang dilakukan direktur itu tidak menghormati saya. Ia menyebut saya bodoh (dumb head)," ujar Bosch.
Insiden ini memicu kecaman global, bahkan mendapat dukungan dari Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang menyebut Bosch sebagai contoh keberanian perempuan.
Baca juga : Hattrick! Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Dinobatkan Jadi CEO Of The Year 2024
Organisasi Miss Universe mengambil tindakan dengan membatasi partisipasi Nawat dalam acara-acara kontes. Nawat sendiri kemudian membantah, mengklaim ia bermaksud mengatakan "damage" (kerusakan), bukan "dumb head".
Dua Juri Mundur Dan Tuduhan Voting Rahasia
Drama terus berlanjut menjelang malam final. Dua juri, musisi Omar Harfouch dan mantan pesepak bola profesional Claude Makelele, memutuskan mundur.
Harfouch melalui unggahan di Instagram, mengklaim penentuan Top 30 telah dilakukan secara rahasia oleh kelompok penilai tidak resmi (impromptu jury), yang disebutnya memiliki kedekatan dengan sejumlah kontestan dan pihak panitia. Ia menolak menjadi bagian dari "sandiwara" kompetisi tersebut. Sementara itu, Makelele mundur dengan alasan pribadi yang tak terduga.
Insiden Dan Partisipasi Bersejarah
Selain kontroversi penjurian, kompetisi ini juga diwarnai sejumlah insiden, seperti jatuhnya Miss Inggris Danielle Latimer dan Miss Jamaika Gabrielle Henry dari panggung.
Baca juga : Nicke Widyawati Dinobatkan Jadi Pemimpin Bisnis Perempuan Terkemuka RI
Di tengah kekacauan, ajang ini mencatat sejarah. Miss Palestine, Nadeen Ayoub, menjadi perempuan pertama yang mewakili negaranya dalam kontes tersebut, dan berhasil mencapai 30 semifinalis terakhir sebelum tereliminasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.