RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Uni Eropa (UE) mendukung Indonesia memberantas kekerasan berbasis gender di ruang digital melalui aksi gowes bersama di kampanye 16 Days of Global Activism Against Gender-Based Digital Violence di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Kegiatan gowes bersama ini diikuti staf kementerian dan lembaga Indonesia, delegasi UE, diplomat dari negara-negara anggota UE, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas Bike to Work Indonesia.
Rombongan pesepeda memulai tur dari kawasan Monas, Jakarta Pusat, menuju kawasan One Satrio di kuningan, Jakarta Selatan.
Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi mengatakan, kegiatan ini untuk membangun awareness (kesadaran) soal kekerasan berbasis gender sebagai isu global yang berdampak bagi perempuan di dunia.
“Tindak kekerasan ini tidak hanya dialami perempuan di Indonesia, tapi di seluruh negara,” ujar Dubes Chaibi usai kegiatan gowes bersama.
Baca juga : Dubes Daniel Blockert Kenalkan Tradisi Fika, Cara Sederhana Redakan Stres
UE, lanjutnya, telah menjadikan pemberantasan kekerasan berbasis gender sebagai prioritas penting dan menganggap permasalahan itu sebagai pelanggaran terhadap martabat manusia yang berdampak pada masyarakat secara global.
Kampanye anti kekerasan berbasis gender ini berlangsung setiap tahunnya pada 25 November hingga 10 Desember. “Kekerasan berbasis gender dikategorikan sebagai masalah kompleks yang membutuhkan pendekatan multiaspek,” jelasnya.
Untuk itu, UE bekerja sama dengan mitra-mitra dalam menangani isu gender tersebut.
Diplomat yang pernah ngepos di Sri Lanka ini menegaskan pentingnya solidaritas lintas negara dalam menghadapi kekerasan digital terhadap perempuan dan juga anak.
“Kami bangga menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Indonesia dalam mempromosikan kesetaraan gender dan mengatasi tantangan bersama,” aku Chaibi.
Baca juga : Hometown Dairy Bersama VIU Kenalkan 4 Varian Rasa Greek Style Yogurt
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum menekankan, perlindungan perempuan dan anak harus diperkuat tidak hanya di ruang sosial dan digital. Tetapi juga dalam situasi bencana yang tengah terjadi di berbagai daerah.
Dia menegaskan, setiap terjadi bencana dan perang, perempuan dan anak-anak merupakan kelom¬pok paling rentan terhadap risiko kekerasan.
“Mereka tidak hanya rentan terhadap kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan digital,” sebutnya.
Perempuan yang akrab disapa Lisa ini menjelaskan, Pemerintah Indonesia mendorong Gerakan Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan dan Anak, yang memperkuat pencegahan, penanganan, pendampingan, dan pemulihan korban secara terpadu.
Gerakan ini, terangnya, melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, masyarakat, serta mitra pembangunan internasional.
Baca juga : 30 Penyandang Disabilitas Meriahkan Pertamina Eco RunFest 2025
“Perlindungan perempuan dan anak harus hadir dalam situasi damai maupun saat bencana, baik di ruang fisik maupun ruang digital,” ujarnya.
Menurut data World Health Organization (WHO) per Januari 2025, 1 dari 3 atau perempuan berusia 15 tahun ke atas pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan atau kekerasan seksual oleh bukan pasangan, setidaknya satu kali dalam hidup mereka.
Kesimpulannya, ada sekitar 736 juta perempuan di seluruh dunia yang pernah mengalami kekerasan berbasis gender.
Kemenko PMK menegaskan, kolaborasi internasional ini merupakan langkah strategis untuk memastikan perempuan dan anak tetap terlindungi, terutama di tengah meningkatnya intensitas bencana yang membawa risiko berlapis, termasuk di ruang digital.
Gerakan bersama ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, memperluas edukasi digital, dan memastikan ruang daring yang aman, inklusif, serta beradab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.