RM.id Rakyat Merdeka - Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas - termasuk satu pelaku penembakan - dan 29 orang lainnya - termasuk dua polisi - mengalami luka-luka dalam serangan teroris terhadap komunitas Yahudi yang merayakan event Hanukkah di Archer Park, Pantai Bondi Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 18.47 waktu setempat. Sementara satu pelaku penembakan lainnya, telah diamankan polisi.
Menurut Komisaris Polisi New South Wales (NSW) Mal Lanyon, dua polisi yang terluka itu kini berada dalam kondisi kritis.
Sementara aparat yang tak mau disebutkan namanya mengungkap, salah satu pelaku penembakan bernama Naveed Akram. Dia berasal dari Bonnyrigg di wilayah barat daya Sydney.
Baca juga : Kecelakaan 2 Bus dan 1 Minibus di To Cipali Tewaskan 5 Orang, 38 Luka-Luka
“Saat ini, polisi sedang menggerebek kediaman Akram di Bonnyrigg,” ujarnya, seperti dikutip ABC News.
Di tempat kejadian, polisi menemukan alat peledak rakitan jenis improvised explosive devices (IED). Alat tersebut kemudian diamankan polisi dengan menggunakan mobil lapis baja, tepat sebelum pukul 11 malam.
Jelas Teroris
Komisaris Lanyon memastikan, penembakan di Pantai Bondi yang mengakibatkan 12 orang tewas ini adalah bentuk serangan teroris.
Baca juga : BNPT Perkuat Sinergi Aparatur Tangkal Terorisme Di Perbatasan Kepri
"Ini diperkuat oleh sejumlah fakta bahwa hari ini adalah hari pertama Hanukkah, jenis senjata yang digunakan, pelanggar, dan barang lain yang kami temukan di tempat kejadian. Semuanya mengindikasikan bahwa ini adalah serangan teroris,” papar Lanyon.
"Kami juga telah menemukan alat peledak improvisasi di dalam mobil, yang terkait dengan pelaku yang sudah tewas," imbuhnya.
Komisaris Lanyon memastikan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan benar untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk, kemungkinan adanya penembak ketiga. Penyelidikan akan dipimpin oleh Komando Kontraterorisme dengan dukungan dari komando kejahatan negara.
Baca juga : DPRD DKI Longgarkan Zona Larangan Penjualan Rokok Di Raperda Kawasan Tanpa Rokok
"Tidak ada batu yang akan ditinggalkan. Jenis aktivitas yang memalukan ini, penggunaan kekerasan yang sembarangan ini, serta pengambilan nyawa yang tidak bersalah tidak dapat diterima oleh New South Wales," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.