BREAKING NEWS
 

Thailand-Kamboja Sepakati Gencatan Senjata, Warga Masih Takut Pulang Ke Rumah

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 27 Desember 2025 20:50 WIB
Menteri Pertahanan Thailand, Jenderal Nattaphon Narkphanit (kanan), berjabat tangan dengan mitranya dari Kamboja, Jenderal Tea Seiha, setelah menandatangani pernyataan bersama gencatan senjata di pos pemeriksaan perbatasan permanen Ban Pak Kard, Sabtu. (Foto Facebook Pasukan Militer Angkatan Darat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Thailand dan Kamboja menandatangani kesepakatan gencatan senjata, Sabtu (27/12/2025), setelah tiga hari melakukan perundingan. Jeda tempur diterapkan mulai Sabtu siang selama 72 jam atau tiga hari. Namun warga masih ragu.

Gencatan senjata tersebut ditegaskan melalui penandatanganan pernyataan bersama oleh Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Nattaphon Narkphanit dan Menteri Pertahanan Kamboja Jenderal Tea Seiha dalam pertemuan Komite Perbatasan Umum Thailand–Kamboja (General Border Committee/GBC). 

Mereka bertemu di Ban Pak Kard antara Provinsi Pailin, Kamboja dengan Provinsi Chanthaburi, Thailand, pukul 10.15 waktu setempat. Gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 12.00 hari yang sama.

Perundingan itu dalam pantauan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Brigadir Jenderal Samsul Rizal bin Musa, Asisten Atase Pertahanan Malaysia untuk Thailand, memimpin Tim Pemantau ASEAN (AOT) dalam perundingan itu.

 

Baca juga : Hari ke-25 Penanganan Bencana, Area Terisolasi Makin Banyak yang Terbuka

Dilansir Bangkok Post, Jenderal Nattaphon menyatakan, gencatan senjata selama 72 jam akan dijadikan masa observasi untuk memastikan kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan di lapangan.

"Jika gencatan senjata gagal terwujud atau dilanggar, Thailand tetap memiliki hak sah untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional," katanya kepada para wartawan, dilansir BBC, Sabtu (27/12/2025).

Rakyat Masih Ragu

Oeum Raksmey, 22 tahun, yang dievakuasi bersama keluarganya dari rumah mereka di dekat perbatasan ke tempat penampungan di Provinsi Siem Reap, Kamboja, senang dengan gencatan senjata.

Adsense

“Jika mereka berhenti bertempur mulai sekarang, aku senang banget sehingga orang-orang bisa kembali ke rumah,” katanya melalui telepon kepada South China Morning Post.

“Tapi aku belum berani pulang ke rumah. Aku masih takut. Aku belum percaya pihak Thailand.”

Baca juga : Jembatan Teupin Mane Berfungsi Lagi, Warga Aceh Terharu Bisa Pulang ke Rumah

Di sisi lain perbatasan, kepala desa Thailand berusia 55 tahun, Khampong Lueklarp, juga bersikap hati-hati.

“Menurut saya pribadi, gencatan senjata ini tidak akan benar-benar terjadi,” kata Kepala Desa Ban Ta Sawang Samakkee di Provinsi Sisaket, sambil berharap, damai benar-benar terjadi.

Keraguan muncul karena pertempuran masih berkecamuk saat pembicaraan perbatasan pekan ini berlangsung. Kamboja menuduh Thailand pada Jumat telah meningkatkan serangan artilerinya terhadap wilayah perbatasan yang disengketakan, sementara media Thailand melaporkan serangan Kamboja terjadi semalaman.

Poin Kesepakatan

Dalam pernyataan bersama yang memuat 16 poin, kePertempuran masih berkecamuk saat pembicaraan perbatasan pekan ini berlangsung. Kamboja menuduh Thailand pada Jumat telah meningkatkan serangan artilerinya terhadap wilayah perbatasan yang disengketakan, sementara media Thailand melaporkan serangan Kamboja semalam.dua negara menegaskan kembali komitmen untuk melaksanakan kesepakatan gencatan senjata serta bekerja menuju perdamaian, stabilitas, dan keamanan di sepanjang wilayah perbatasan.

Kedua pihak juga sepakat menghentikan seluruh pergerakan pasukan dan membuka jalan bagi warga sipil yang tinggal di kawasan perbatasan untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Ternasuk membebaskan 18 prajurit Kamboja yang ditangkap selama bentrokan berlangsung.

Baca juga : Trump Siap Turun Tangan, Pakai Strategi Tarif Lagi?

Kesepakatan ini mengakhiri bentrokan bersenjata selama hampir 20 hari yang menewaskan 101 orang dan memaksa lebih dari setengah juta warga mengungsi dari wilayah perbatasan.

Bentrokan itu kembali meletus pada awal Desember setelah penandatanganan gencatan senjata 26 Oktober lalu yang difasilitasi Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense