RM.id Rakyat Merdeka - Seorang ayah di Belgia merasa terlalu mabuk untuk mengemudi. Konyolnya, dia meminta anaknya yang baru berusia 12 tahun untuk menyetir mobil.
Aksi tak lazim ini terjadi di Antwerp, Belgia. Peristiwa itu terjadi pada malam tanggal 2 Januari lalu. Ketahuan saat polisi menggelar pemeriksaan alkohol atau breathalyzer terhadap pengendara dalam rangka kampanye tahunan BOB (program nasional Belgia untuk menekan angka pengemudi mabuk).
Kecurigaan polisi bermula ketika sebuah mobil mendekati pos pemeriksaan dengan kecepatan sangat lambat. Kendaraan itu bahkan berhenti puluhan meter sebelum mencapai petugas, memancing perhatian aparat yang berjaga.
Baca juga : Nenek 72 Tahun Juara Kompetisi Binaragawan
Saat didekati, polisi menyadari ada yang janggal. Sosok di balik kemudi tampak terlalu kecil untuk ukuran pengemudi. Dugaan itu terbukti ketika petugas sampai di jendela mobil: seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun duduk di kursi pengemudi.
Di sebelahnya, sang ayah tampak santai dan tanpa ragu mengakui perbuatannya. Dia mengaku telah meminta anaknya menyetir pulang karena terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
"Saya minum terlalu banyak. Saya percayakan mobil kepada anak saya untuk menyetir pulang,” ujar sang ayah kepada polisi, dilansir Oddity Central.
Baca juga : Saham Elnusa Tembus Rp 550, Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir
Ironisnya, di kursi belakang mobil tersebut duduk ibu si anak bersama dua adiknya. Tak seorang pun menunjukkan keberatan atas keputusan berbahaya itu. Padahal, sang ibu sebenarnya memiliki surat izin mengemudi yang sah, namun tetap membiarkan anaknya itu mengemudikan mobil di malam hari.
Meski tidak terjadi kecelakaan, aparat menilai kasus ini sangat serius. Polisi langsung menjatuhkan denda kepada sang anak karena mengemudi tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kepada ayahnya karena menyerahkan kendaraan kepada orang yang jelas tidak layak mengemudi.
Tak berhenti di situ, polisi juga membuat laporan terkait “pendidikan mengkhawatirkan”, sebuah pelanggaran yang jarang muncul dalam kasus lalu lintas. Laporan ini membuka kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi dan pola pengasuhan dalam keluarga tersebut
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.