RM.id Rakyat Merdeka - Kecelakaan horor menimpa kereta penumpang di Thailand. Sebuah crane raksasa proyek kereta cepat ambruk dan menimpa Special Express Train No. 21 rute Krung Thep Aphiwat–Ubon Ratchathani, Rabu (14/1/2026). Sebanyak 32 orang tewas dan 66 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat di dekat lokasi proyek kereta cepat di Ban Thanon Khot (Moo 11), Subdistrik Sikhio, Distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima. Crane yang tengah mengangkat struktur proyek mendadak roboh dan jatuh tepat menimpa kereta yang sedang melintas.
Akibat benturan keras, kereta anjlok, sejumlah gerbong ringsek parah, bahkan sebagian terbakar. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena korban terjebak di antara besi dan puing-puing rangka gerbong.
Saat kecelakaan terjadi, kereta membawa 171 penumpang, dari total awal disebut 208 orang. Sebanyak 37 penumpang telah turun di stasiun sebelumnya.
Baca juga : Bernardo Tavares Datang, Bruno Moreira Kian Percaya Diri
Setelah pencarian intensif sepanjang hari, Pusat Komando Insiden Provinsi Nakhon Ratchasima merilis data korban final pada pukul 21.00 waktu setempat.
Rincian Final Korban
Tewas: 32 orang
Luka-luka: 66 orang (dirawat di sejumlah rumah sakit terdekat)
Selamat tanpa luka: 70 orang
Baca juga : PAM Jaya Salurkan Bantuan Dan Tim Teknis Untuk Korban Bencana Sumatera
Status: Seluruh penumpang dan kru telah terdata, tidak ada korban hilang.
Gubernur Nakhon Ratchasima sekaligus Komandan Insiden, Anupong Suksomnit, secara resmi mengumumkan penutupan pusat komando tingkat provinsi.
“Kami telah memeriksa setiap jengkal lokasi kejadian dan memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak atau hilang,” ujar Anupong, dikutip dari media berita Thailand, The Nation, Kamis (15/1/2026)
“Lokasi kini kami serahkan kepada State Railway of Thailand (SRT) untuk pembersihan puing dan pemulihan jalur kereta," terangnya.
Baca juga : Dony Oskaria Tinjau Lahan Hunian Sementara Warga Korban Bencana Di Aceh Tamiang
Meski pusat komando provinsi ditutup, Pusat Komando Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Distrik Sikhio tetap siaga. Mereka bakal melanjutkan koordinasi bantuan bagi para korban dan keluarga, sekaligus bekerja bersama teknisi SRT untuk memastikan jalur kereta wilayah timur laut dapat kembali beroperasi dengan aman.
Sebelumnya, operator kereta api Thailand menyatakan akan menggugat kontraktor proyek, Italian-Thai Development Company, yang bertanggung jawab atas crane di lokasi pembangunan kereta cepat Lam Takhong–Sikhio.
Kesaksian korban selamat menggambarkan kepanikan luar biasa. Seorang kru kereta, Thirasak Wongsoongnern, mengaku dirinya dan penumpang lain terlempar ke udara saat crane ambruk menghantam gerbong.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api terburuk di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Insiden maut ini memicu sorotan tajam atas standar keselamatan proyek infrastruktur besar di Negeri Gajah Putih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.