RM.id Rakyat Merdeka - Sedikitnya 21 orang tewas dan 30 orang mengalami luka serius dalam musibah kecelakaan yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi di Adamuz, dekat Kota Cordoba, Spanyol selatan, Minggu (18/1/2026). Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah.
Menurut info operator jaringan kereta Spanyol, Adif, kereta cepat rute Malaga-Madrid itu anjlok dan masuk ke jalur lain. Kereta anjlok itu kemudian bertabrakan dengan kereta rute Madrid-Huelva yang datang dari arah berlawanan.
Badan Darurat Andalusia menyebut, setidaknya 73 orang secara total terluka dalam tabrakan itu. Lewat platform media sosial X, lembaga itu meminta para penyintas kecelakaan untuk memposting di media sosial bahwa mereka masih hidup.
"Kecelakaan itu terjadi sekitar 10 menit setelah kereta berangkat dari Malaga pada pukul 18.40 waktu setempat (17.40 GMT)," jelas Adif, yang menyiapkan ruang bagi keluarga korban di Stasiun Atocha, Sevilla, Cordoba, Malaga, dan Huelva, seperti dikutip BBC.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan, insiden ini tampak sangat janggal, mengingat kereta tersebut anjlok di jalur lurus yang baru direnovasi pada Mei tahun lalu.
Apa penyebab pasti musibah ini, masih belum diketahui. Diperkirakan, perlu waktu satu bulan untuk memastikan apa penyebabnya.
Kepada Reuters, Juru Bicara Perusahaan Kereta Italia Ferrovie dello Stato mengatakan, kereta yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah jenis Freccia 1000, yang dapat mencapai kecepatan hingga 400 km/jam.
Iryo, perusahaan kereta swasta yang mengoperasikan perjalanan dari Malaga mengatakan, sekitar 300 penumpang berada di dalam kereta yang pertama kali anjlok. Sementara kereta lainnya, yang dioperasikan Renfe, mengangkut sekitar 100 penumpang.
Baca juga : Libur Isra Miraj, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Diprediksi Capai 22 Ribu
Salvador Jimenez, seorang jurnalis RTVE yang merupakan penumpang kereta tersebut menggambarkan, peristiwa yang dialaminya seperti gempa bumi.
“Saya berada di gerbong pertama. Pada satu momen, rasanya seperti gempa bumi. Dan memang, kereta telah anjlok,” ungkapnya.
Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, adalah salah satu orang pertama yang tiba di lokasi kecelakaan. Ia menggambarkannya seperti mimpi buruk.
Tim penyelamat menyebut, puing bangkai kereta yang melintang menyulitkan proses evakuasi korban dan jenazah.
"Kami bahkan harus memindahkan seorang korban meninggal, supaya bisa menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang berat dan rumit," kata Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba, Francisco Carmona kepada penyiar RTVE.
Pasukan militer sudah dikerahkan untuk membantu evakuasi penumpang kereta yang masih terjebak.
Banyak penumpang yang menangis saat dievakuasi keluar dari gerbong kereta.
"Banyak yang terluka. Saya masih gemetar," aku Maria San Jose (33), seorang penumpang di gerbong 6 kereta yang berangkat dari Malaga ke Madrid, kepada surat kabar El Pais.
Baca juga : Iran Membara, 2.500 Demonstran Tewas
Wanita bernama Carmen memposting di X bahwa dia juga berada di kereta menuju Madrid.
"Sepuluh menit setelah berangkat dari Cordoba, kereta mulai berguncang hebat, dan tergelincir dari gerbong 6 di belakang kami," cuitnya.
Duka Cita untuk Spanyol
Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan negaranya akan menjalani malam penuh duka mendalam, pasca kecelakaan kereta cepat tersebut.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia yang mengikuti perkembangan berita ini juga menyampaikan keprihatinannya.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban, serta doa dan harapan kami agar para korban luka segera pulih,” tulis Istana Kerajaan via X.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyampaikan belasungkawa.
“Pikiran saya bersama para korban, keluarga mereka, dan seluruh rakyat Spanyol. Prancis berdiri di sisi Anda,” tulis Macron di X.
Presiden Italia Giorgia Meloni menyampaikan ucapan dukanya lewat akun X pribadinya, Senin (19/1/2026).
Baca juga : AS Buka Pos Pertahanan Di Qatar, Teheran Panas
"Sangat terkejut dengan kabar duka dari Spanyol. Dua kereta cepat bertabrakan. Semoga keluarga korban diberi ketabahan," cuit Meloni.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis juga menyampaikan hal yang sama.
"Semoga seluruh penumpang bisa dievakuasi secepat mungkin," harapnya dikutip dari akun Instagramnya, Senin (19/1/2026).
Kedutaan besar negara sahabat juga dikabarkan menghubungi pihak kereta api untuk mengetahui apakah ada staf dan warga negara mereka yang menjadi korban kecelakaan.
Layanan Kereta Ditangguhkan
Imbas kecelakaan ini, seluruh layanan kereta yang menjangkau Madrid dan Andalusia ditangguhkan dan akan tetap ditutup pada hari Senin.
Palang Merah Spanyol telah mengerahkan layanan dukungan darurat ke lokasi, sekaligus menyediakan konseling untuk keluarga di sekitar area itu.
Tahun 2013, Spanyol mengalami kecelakaan kereta berkecepatan tinggi terburuknya di Galicia, Spanyol barat laut, yang mengakibatkan 80 orang tewas dan 140 lainnya luka-luka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.