BREAKING NEWS
 

Berpetualang Di Pegunungan Bersalju Swiss (2)

Jatuh Bangun Saat Bermain Snowboard

Reporter & Editor :
KARTIKA SARI
Jumat, 6 Februari 2026 07:30 WIB
Jurnalis Rakyat Merdeka bersiap menjajal olahraga Snowboard di Grindelwald, Swiss. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Kartika Sari, mengikuti Media Trip bertajuk “Beginner’s Guide to Winter” pada 25–31 Januari 2026 di Swiss atas undangan Switzerland Tourism di Indonesia. Seluruh rangkaian acara digelar outdoor, di tengah hamparan salju. Kami menjajal olahraga snowboard, ski, sledding, snowshoe hiking dan thrill walk di alam pegunungan yang alami. Sebuah petualangan menantang yang memicu adrenalin, sekaligus jadi pengalaman yang mengesankan dan super fun. Berikut laporannya.

Hari pertama setelah mendarat di Bandara Zurich, sejumlah agenda sudah menanti. Setelah tiba di Grindel wald, sebuah desa pegunungan yang sangat indah, kami langsung menuju toko perlengkapan olah raga musim dingin snowboard, ski, sledding dan lainnya. Kegiatan outdoor sport pertama yang akan kami ikuti adalah snowboard. 

Snowboard (seluncur salju) adalah olahraga musim dingin ekstrem. di mana seseorang meluncur menuruni lereng bersalju menggunakan satu papan khusus, dengan kedua kaki terikat menyamping. Olahraga ini meng gabungkan teknik surfing, skateboarding, dan skiing, yang menuntut keseimbangan tinggi untuk berbelok, melompat, atau mela kukan trik di salju. 

Perlengkapan yang diperlukan untuk bermain snowboard adalah selain papan untuk berselancar, juga sepatu, jaket, dan pants khusus anti-air (waterproof), helm, dan sarung tangan. Serta goggles ski atau kacamata salju (snow goggles). Snow goggles dirancang dengan bingkai lebar untuk perlindungan maksimal dari tiupan angin, salju, dan sinar UV, serta sering dilengkapi lensa anti-kabut (anti-fog) untuk menjaga pandangan tetap jelas saat meluncur di suhu dingin. 

Dari empat peserta, kami semua adalah the beginners (para pemula) atau the first timers. Menurut Market Representative Switzerland TourismIndonesia Ferani Heng, mereka memang meng-create kegiatan ini untuk kami para jurnalis agar mencoba dan memiliki pengalaman seperti apa winter sports dan kegiatan outdoor yang biasa dilakukan di tengah hamparan salju di Swiss. 

 

Para Jurnalis dari Indonesia, Singapura dan Thailand foto bersama tour leader dari Switzerland Tourism Indonesia Ferani Heng (kanan) di area snowboard Grindelwald Swiss.  (Foto: Ferani Heng/ Switzerland Tourism Indonesia)

 

Baca juga : Juda Agung Nilai Perbaikan Pajak Dan Bea Cukai Di Jalan Yang Benar

Good luck guys, enjoy dan have fun. Snowboard sangat seru dan asyik kok,” ujar Ferani, tour leader kami selama perjalanan, memberikan semangat. 

Daan, yang menjadi instruktur snowboard siang itu, membawa kami dengan mobil jeep ke kawasan pegunungan yang diselimuti salju. Daan adalah pelatih snowboard profesional dari Swiss. Di lokasi latihan snowboard, kami lihat hamparan salju, pegunungan, perbukitan dan cable car (kereta gantung) yang wara-wiri mengangkut penumpang. Pemandangan yang sangat indah dan stunning. Apalagi cuaca siang itu sangat cerah, sunny day, meski suhu udara sangat dingin sekitar 0 hingga minus 5 derajat Celcius. Di lokasi itu, juga ada beberapa cafe dan restoran. 

Secara details, Daan menjelaskan, apa yang harus kami lakukan sebagai pemula untuk bermain snowboard. Kami semua membawa papan selancar masing-masing dan ternyata lumayan berat juga lho. Selanjutnya kami diajari dan diberi contoh, bagaimana cara memasang sepatu boot yang juga lumayan berat dan keras, di atas papan selancar. 

 

Pelatih Snowboard asal Swiss, Daan, sedang menjelaskan cara bermain snowboard. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/RM.id)

 

Adsense

Bermain snowboard ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Saat Daan mendemonstrasikan keahliannya meluncur di atas salju, kelihatannya mudah. Daan terlihat sangat lincah, dan gerakannya fleksibel ketika harus berselancar dengan medan menurun, menanjak, berbelok, atau saat melompat. Dia mengajari kami beberapa gerakan basic sebagai pemula. 

Daan menegaskan, safety (keselamatan) adalah prioritas. Untuk itu, Daan meminta kami untuk fokus dan pay attention saat dia menjelaskan cara berselancar di atas papan khusus itu. “Snowboard adalah olahraga yang fun. Saya minta kalian menyimak dan memperhatikan penjelasan saya. Juga saat saya memberi contoh beberapa gerakan. Ingat, prinsip bermain snowboard adalah jangan sampai melukai diri sendiri atau orang lain,” pesannya. 

Baca juga : Menteri PKP Apresiasi Peran BRI Terhadap Keberhasilan Program Perumahan Rakyat

Nah, tiba saatnya kami harus mencoba satu per satu gerakan snowboard yang diajarkan Daan. Kami semua sangat excited untuk mencoba, bercampur degdegan karena khawatir terjatuh. Tapi rasa khawatir itu harus dilawan. “The shows must go on,” gumam saya dalam hati. 

Di lapangan luas berselimut salju itu, banyak turis dan warga lokal yang bermain snowboard, sledding atau ski. Saya lihat banyak sekali anak-anak. Mereka lumayan mahir dan lincah bermain snowboard, ski atau sledding. Keberanian para bocah yang imut-imut itu, memberikan suntikan semangat dan keberanian kepada saya untuk mencoba dan berlatih snowboard. 

Satu per satu dari kami akhirnya mulai mempraktikkan semua gerakan yang diajarkan Daan. Ternyata snowboard olahraga yang seru, sekaligus berbahaya bagi mereka yang belum menguasai dan mampu menjaga posisi badan agar balance serta elastis saat berselancar agar tidak terjatuh atau mengalami cedera. 

“Apakah ada di antara kalian yang pernah bermain surfing? Kalau ada yang suka olahraga surfing, akan sangat membantu karena olahraga snowboard mirip surfing. Bedanya, main surfing di atas ombak laut. Sedangkan snowboard di atas salju,” jelasnya. 

Menjawab pertanyaan itu, sambil tertawa cengengesan, kami berempat kompak bilang,”Belum. Kami belum pernah mencoba olahraga surfing.” 

Daan pun langsung menimpali. “Wah kalian semua berasal dari Asia Tenggara yang punya banyak laut dan pantai. Tapi belum ada yang pernah bermain surfing,” ledeknya. 

Sebagai informasi, Swiss adalah negara yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan. Swiss tidak punya laut. Berbeda dengan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dikelilingi lautan. 

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Masyarakat Harus Tetap Tenang, Tapi Waspada

Akhirnya, kami semua mencoba berlatih snowboard. Dimulai dari gerakan yang paling simple: meluncur di atas salju dengan satu kaki di medan yang lumayan datar dan lurus. Lalu gerakan berikutnya, kami harus meluncur di medan berbelok dengan dua kaki terikat. Nah, saat harus meluncur sambil meloncat, satu per satu dari kami terjatuh. Maklum, sebagai pemula, tidak mudah mengendalikan papan selancar dengan kaki dan sepatu yang terikat di atas papan selancar, melaju di atas salju yang licin. Apalagi keseimbangan dan kelenturan posisi badan harus dijaga. 

Gerakan selanjutnya lebih sulit dan menantang. Kami diajarkan untuk berselancar di medan bersalju yang menurun lumayan curam (downhill snowfield) serta berkelok-kelok. 

Tak terasa, sekitar 2,5 jam kami berlatih snowboard, setelah sempat break selama 30 menit untuk quick lunch. Kami sempat terjatuh beberapa kali.Sambil meringis, kami bangun lagi dan kembali berlatih. Jatuh bangun di atas papan selancar dan hamparan salju saat bermain snowboard, adalah pengalaman indah yang tak akan pernah saya lupakan. 

Apalagi ditambah view pegunungan yang sangat cantik. Meski badan terasa sakit, pegal dan beberapa bagian kaki memar akibat terjatuh, kami semua tetap bersemangat dan tersenyum. Jelang matahari terbenam, usai bermain snowboard, akhirnya kami check-in di Bergwelt Grindelwald Resorts. Hotel dengan nuansa pedesaan yang menawarkan pemandangan gunung dan bukit bersalju seperti di negeri dongeng (fairy tale land). (Bersambung)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense