RM.id Rakyat Merdeka - Karier politik Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi kian menyala. Dia berhasil mencatat sejarah membawa Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih mayoritas dua pertiga di Pemilu Majelis Rendah, Minggu (8/2/2026). Kemenangan telak itu membuat partai konservatif tersebut leluasa meneruskan agendanya. Seperti memperketat kebijakan imigrasi, memperkuat kemampuan militer di tengah ketegangan dengan China dan memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Takaichi menegaskan, kemenangannya dalam Pemilu akan menjadi modal untuk memperkuat dan memakmurkan Jepang. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan stasiun televisi publik NHK, usai pengumuman hasil pemungutan suara dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Minggu (8/2/2026) malam.
"Pemilihan ini melibatkan perubahan kebijakan yang signifikan. Terutama perubahan besar dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan," kata Takaichi.
Terpisah, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan, pihaknya ingin melanjutkan kebijakan untuk memperkuat pertahanan sambil melanjutkan dialog dengan China.
Sedangkan China menyambut dingin kemenangan Takaichi. David Boling, Kepala Asia Group, sebuah firma yang memberikan nasihat kepada perusahaan tentang risiko geopolitik mengatakan, Beijing tidak akan menyambut kemenangan PM perempuan pertama Jepang itu.
"China kini dihadapkan pada kenyataan bahwa Takaichi telah kokoh di posisinya. Upaya China untuk mengisolasi Takaichi sepenuhnya telah gagal," imbuhnya.
Dalam Pemilu ini, LDP meraih 316 kursi. Jumlah ini melampaui mayoritas absolut 310 kursi dari total 465 kursi Majelis Rendah. Angka itu menjadi rekor terbanyak sejak partai berdiri pada 1955 dan melampaui rekor sebelumnya. Pada 1986, LDP di era PM Yasuhiro Nakasone meraih 300 kursi.
Baca juga : Nia Ramadhani, Curhat Anak Kena Imbas Gosip Cerai
Kemenangan LDP diperkuat dengan tambahan 36 kursi dari Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party/JIP) yang menjadi sekutu baru LDP. Dengan tambahan ini, koalisi Pemerintah menguasai 352 kursi.
Sebelum Pemilu, LDP hanya menduduki 198 kursi dan JIP 34 kursi. Dengan demikian, mereka cuma punya 232 kursi atau di bawah kebutuhan mayoritas tipis. Kursi LDP itu hasil dari kekalahan pada Pemilu Juli 2025. Kini, Takaichi membawa LDP membalikkan keadaan.
Di markas besar LDP, Takaichi tampak tersenyum saat menempelkan pita merah besar di atas nama para kandidat pemenang pada papan pengumuman, disambut tepuk tangan para petinggi partai.
Meski koalisi Pemerintah belum menguasai mayoritas di Majelis Tinggi, lonjakan kursi di Majelis Rendah—yang memiliki kewenangan lebih besar—memberi ruang luas bagi Takaichi untuk mendorong kebijakan strategis. Fokus utamanya mencakup penguatan ekonomi dan kemampuan militer Jepang, di tengah meningkatnya ketegangan dengan China, serta upaya mempererat hubungan dengan AS.
Takaichi akan berupaya meraih dukungan dari partai oposisi, sembari konsisten menjalankan agenda kebijakannya.
“Saya akan bersikap fleksibel. Jika partai-partai lain ingin bekerja sama dengan kami, saya akan menyambut mereka dengan tangan terbuka,” ujarnya.
Pencapaian ini menjadikan Takaichi sebagai PM terkuat Jepang sejak pasca Perang Dunia II. Sebagai PM kelima Jepang dalam lima tahun terakhir, pertaruhan politik yang diambil Takaichi membuahkan hasil yang luar biasa.
Baca juga : Kepuasan Terhadap Presiden 79,9 Persen
Para pemimpin negara sahabat pun mengirimkan ucapan selamat kepada PM perempuan pertama Jepang ini.
PM India Narendra Modi menyampaikan selamat atas capaian politisi kelahiran Nara itu. Lewat postingan di akun media sosial X, Modi menegaskan komitmennya membawa persahabatan India-Jepang ke tingkat yang lebih tinggi di bawah kepemimpinan Takaichi.
"Saya yakin, di bawah kepemimpinan Anda hubungan Jepang dan India akan terus meningkat ke level tertinggi," cuit Modi, Senin (9/2/2026).
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, kemenangan Takaichi sebagai mandat besar dan cermin kepercayaan publik untuknya.
"Mandat yang menggema ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap visinya untuk pembaruan ekonomi Jepang dan kemampuannya membangkitkan semangat generasi pemilih baru," tulis Anwar di akun Facebook, Senin (9/2/2026).
Anwar juga mengenang kunjungan Takaichi ke Malaysia Oktober lalu. Keduanya terlibat dalam diskusi mengenai isu-isu penting bagi kedua negara dengan penuh antusiasme.
Presiden Taiwan Lai Ching-te juga memberikan apresiasinya. Dia berharap, dapat terus bekerja sama dengan Jepang untuk menghadapi tantangan regional berdasarkan nilai-nilai bersama dan semangat kerja sama yang saling menguntungkan.
Baca juga : Peringatan BMKG: Jakarta di Level Waspada
Tak ketinggalan, Presiden AS Donald Trump ikut mengirim ucapan selamat.
Meski jarang bagi seorang Presiden AS mendukung kandidat dalam Pemilu asing, Trump secara terbuka memuji Takaichi sebagai pemimpin yang kuat, berkuasa dan bijaksana.
Dalam unggahan terbaru di platform Truth Social, Minggu (8/2/2026), Trump kembali memberikan selamat atas kemenangan telak tersebut.
"Merupakan kehormatan bagi saya untuk mendukung Anda dan Koalisi Anda," tulis Trump.
Rakyat Jepang, lanjut Trump, telah luar biasa memilih dengan semangat yang begitu besar.
"Anda akan selalu mendapatkan dukungan kuat dari saya," Trump. MEL/DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 10 Februari 2026 dengan judul "LDP Menang Pemilu & Kuasai Kursi Di Majelis Rendah Sukses Cetak Sejarah, Takaichi Kian Menyala"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.