Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pekan ini, Jakarta masih dibayangi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan, Jakarta berada di level waspada. Artinya, ada potensi hujan sangat lebat.
Dalam prakiraan cuaca BMKG, Senin (9/2/2026), hujan sedang dan lebat akan mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu. Kondisi serupa diperkirakan masih terjadi di Selasa (10/2/2026) dan Rabu (11/2/2026).
Pada Rabu, daerah penyangga Jakarta yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Bogor masuk pada kategori waspada. Hanya Kabupaten Bogor yang berada di level siaga.
Pada Kamis (12/2/2026), seluruh wilayah Jakarta kembali masuk kategori waspada. Hujan sedang hingga lebat juga diperkirakan akan terjadi di Kota Tangerang, Kota Tangsel, dan Kabupaten Tangerang.
Baca juga : Prabowo Gelorakan Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Merespons hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, data dari BMKG akan menjadi dasar bagi Pemprov DKI dalam memitigasi potensi banjir imbas cuaca ekstrem. Namun, pihaknya masih menunggu update dari BMKG. Sebab, data yang diterimanya, cuaca ekstrem yang melanda Jakarta berakhir pada Minggu (8/2/2026).
Meski begitu, Pramono memastikan, Pemprov DKI siap melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) jika diperlukan. "Intinya, Jakarta kalau memang diperlukan modifikasi cuaca kami akan lakukan," ucapnya, saat memimpin langsung aksi kerja bakti besar-besaran membersihkan Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Dalam kerja bakti itu, turut hadir Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK). Pramono, JK, dan ribuan warga di berbagai penjuru Jakarta bahu-membahu mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan bebas dari ancaman banjir.
Gerakan ini diberi nama "Jaga Jakarta Bersih" yang merupakan inisiasi dari JK. Dalam aksi ini, menyalurkan bantuan alat berupa cangkul, sekop, gerobak, hingga karung sampah yang didistribusikan ke 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Partisipasi aktif juga datang dari BUMD, perusahaan swasta, dan tentu saja, masyarakat luas.
Baca juga : Ada Kelompok Garong Ingin Terjadi Kerusuhan
Pramono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah DKI, melibatkan total 171.134 personel. Aksi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, di Sentul, Jawa Barat, Senin (1/2/2026).
"Di semua wilayah. Ini menindaklanjuti yang menjadi arahan Presiden ketika Rakornas, kemarin," ujar Pramono
Sementara, JK menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan kota. Menurutnya, kebersihan Jakarta bukan semata tanggung jawab Pemerintah Daerah, melainkan seluruh elemen masyarakat dan korporasi.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini secara khusus menyoroti kondisi sungai dan gorong-gorong yang kotor dan tersumbat. Kondisi tersebut menyebabkan banjir saat hujan lebat mengguyur ibu kota.
Baca juga : Bencana Datang Silih Berganti, Ulama Ajak Umat Introspeksi Diri
Menurut JK, saat banjir terjadi, yang paling terdampak adalah rakyat kecil. "Orang di Menteng, di Kebayoran, di Pondok Indah, tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil. Jadi, kita harus bertanggung jawab untuk itu. PMI sejak lama juga minta ini dilakukan secara bersama-sama," tegas JK.
Ia menyerukan agar setiap warga Jakarta bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal atau usahanya. Semua selokan di dekat rumah, kantor, ruko, harus dibersihkan. "Kalau tidak, banjir. Yang kena dampaknya kita sendiri," pungkas JK.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya