RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heni Hamidah, memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Meksiko berada dalam kondisi aman.
Sebagaimana diketahui, situasi Meksiko mencekam usai operasi militer di Negara Bagian Jalisco yang menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco atau Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, Minggu (22/2/2026).
Operasi militer ini meruntuhkan kepemimpinan kartel narkoba paling kuat di Meksiko dan memicu kekacauan di berbagai wilayah.
“Hingga saat ini seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Meksiko, terutama di Negara Bagian Jalisco, dalam keadaan baik dan seluruhnya sedang membatasi kegiatan di luar rumah,” kata Heni, Selasa (24/2/2026).
Baca juga : Tak Perlu Khawatir, Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
Menurut Heni, jumlah WNI yang tercatat di KBRI Mexico City ada 481 orang.
Ia menambahkan, KBRI Meksiko telah menyiapkan rencana kontijensi yang dapat segera diimplementasikan jika diperlukan. Berdasarkan pantauan KBRI, situasi di wilayah tersebut sudah mulai berangsur membaik.
“KBRI Mexico Ciry dan Konsul Kehormatan RI terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan para WNI untuk memastikan kondisi mereka aman,” ujarnya.
Kematian Oseguera merupakan target terbesar Pemerintah Meksiko untuk menunjukkan komitmen kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, kematian gembong narkoba ini memicu aksi balasan dari CJNG.
Baca juga : KKP Pastikan Bisnis Rantai Dingin di KNMP Dikelola Profesional
Otoritas melaporkan mobil-mobil dibakar dan jalan diblokir di lebih dari 250 titik di 20 negara bagian, termasuk Jalisco, Colima, Michoacan, Nayarit, Guanajuato, dan Tamaulipas. Asap tebal membumbung ke udara, dan warga sipil berlindung di rumah masing-masing.
Ibu kota Jalisco, Guadalajara, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan Piala Dunia FIFA pada Juni 2026, berubah menjadi kota mati pada Minggu malam. Sekolah di beberapa negara bagian pun diliburkan pada Senin (23/2/2026).
Laporan awal dari otoritas di Jalisco, Michoacan, dan Guanajuato menyebut, sedikitnya 14 orang tewas, termasuk tujuh anggota Garda Nasional.
Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyatakan, Oseguera terluka dalam bentrokan dengan tentara di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City. Ia merupakan buronan dengan hadiah 15 juta dolar AS (sekitar Rp 247,5 miliar).
Baca juga : Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Jembatan Pemasaran Produk Womenpreneur
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah dan menangguhkan transportasi umum. Sementara sejumlah negara bagian meliburkan sekolah pada Senin.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji aparat keamanan dan menyerukan ketenangan. “Kami bekerja setiap hari untuk perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko,” tulis Sheinbaum di media sosial, X.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.