Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KSP Pastikan Ponpes Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Bersih dari Tumpukan Kayu
Sabtu, 17 Januari 2026 15:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memastikan Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, kini telah bersih dari tumpukan kayu sisa banjir bandang.
Pesantren tersebut menjadi salah satu lokasi prioritas pemerintah pusat dalam proses pemulihan pascabencana.
Kepastian itu disampaikan Qodari saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali berfungsi.
“Itu disadari oleh pemerintah pusat. Jadi memang tempat ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Memang ada instruksi khusus, Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya) dan tentunya dengan arahan, melanjutkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk menangani pesantren Darul Mukhlisin ini dengan sebaik-baiknya, dengan secepat-cepatnya. Terutama dalam memindahkan kayu-kayu yang memang bertumpuk di sini,” kata Muhammad Qodari dalam keterangannya Sabtu (17/1/2026).
Baca juga : TNI Bersihkan Lumpur dari Rumah Lansia di Aceh Tamiang, Pemulihan Sentuh Warga Rentan
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda KSP untuk memastikan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang berjalan sesuai arahan Presiden, sekaligus memantau penyaluran bantuan serta rehabilitasi di berbagai sektor.
Dalam peninjauan lapangan, Qodari bersama tim KSP melihat langsung kondisi asrama santri putri yang masih berlumpur serta proses pembersihan puing-puing. Ia juga meninjau kompleks asrama santri putra yang sebelumnya menjadi perhatian publik karena dikelilingi tumpukan kayu besar akibat banjir bandang.
Kompleks pesantren seluas sekitar 2,5 hektare itu berada di kawasan seluas lima hektare yang sempat menjadi titik penumpukan material kayu dari aliran sungai.
Di lokasi tersebut, Qodari mendengarkan penjelasan langsung dari Pendiri Pesantren Darul Mukhlisin, Haji Zakwan, terkait kondisi saat banjir terjadi. Dari penjelasan tersebut, Qodari mengetahui bahwa posisi pesantren secara tidak langsung berperan menahan laju kayu dan batang pohon besar agar tidak masuk ke permukiman warga di sekitarnya.
Baca juga : Lumpur di Aceh Tamiang Terus Dibersihkan, dari Jalan Raya hingga Puskesmas
Qodari juga menyimak kesaksian Pelaksana Tugas Pimpinan Ponpes Darul Mukhlisin, Mulkana, yang menceritakan perjuangan para pengurus dan santri bertahan selama beberapa hari dengan keterbatasan hingga banjir surut, serta kondisi kayu-kayu besar yang sempat mengelilingi area masjid.
Menanggapi hal itu, Qodari menegaskan bahwa pesantren mengalami kerusakan cukup serius akibat banjir, meskipun pada saat yang sama turut melindungi lingkungan sekitar dari sebaran material kayu.
“Tentunya konsekuensinya adalah pesantren ini rusak di banyak bagian, kena air yang begitu besar dan pohon-pohon, kayu-kayu yang begitu banyak. Juga kena lumpur yang masuk ke ruang kelas. Tapi Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, Bapak TNI, Polri, dari kehutanan, dari BUMN WIKA. Maka tempat ini pelan-pelan mulai dibersihkan. Kita lihat sudah tidak ada lagi kayunya,” ujar Qodari.
Sementara itu, Haji Zakwan menyampaikan apresiasi atas upaya pembersihan kayu di lingkungan pesantren. Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait pemanfaatan kayu.
Baca juga : Mendagri Tekankan Fungsi Pemerintahan Dan Ekonomi
“Kami meluruskan informasi yang menyatakan kayu-kayu telah digunakan, itu tidak benar. Belum ada kayu yang digunakan, masih utuh. Untuk bisa menggunakan kayu tersebut, kami perlu izin resmi dari pemerintah pusat,” ujar Zakwan.
Menanggapi hal itu, Qodari menyatakan akan menindaklanjuti persoalan izin pemanfaatan kayu untuk kepentingan rehabilitasi dan rekonstruksi pesantren melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Zakwan menambahkan, kegiatan belajar mengajar di pesantren telah kembali berjalan. Namun, para santri belum dapat kembali tinggal di asrama karena kondisi bangunan belum memungkinkan.
“Belum bisa boarding, soalnya kondisi asrama laki-laki dan perempuan belum memungkinkan untuk santri menginap. Mungkin secara perlahan akan kami rehab dulu, minta doanya juga agar segala sesuatunya cepat pulih nanti,” pungkas Zakwan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya