RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menghadiri serangkaian agenda di Jenewa, Swiss, pada Senin 23 Februari 2026. Dia memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menegaskan arah dan prioritas diplomasi Indonesia di tengah situasi global yang kian tidak menentu.
Sugiono mengawali acara di Swiss dengan menghadiri acara utama High-Level Segment of the 61st Session of the UN Human Rights Council (KTT Dewan HAM PBB), Senin (23/2/2026). Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan pernyataan nasional Indonesia. Sugiono mendorong Dewan HAM PBB agar tetap konstruktif, inklusif dan bebas dari politisasi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra itu menekankan bahwa universalitas Hak Asasi Manusia (HAM) seharusnya menyatukan negara-negara dalam tujuan bersama, bukan memecah belah dalam pendekatan.
“Indonesia menegaskan kembali dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga mengumumkan pencalonan Indonesia kembali menjadi anggota Dewan HAM PBB periode 2030–2032. Dia menegaskan, pencalonan ini sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat sistem HAM internasional.
Masih di Jenewa, Sugiono menyampaikan pernyataan di Segmen Tingkat Tinggi Konferensi Perlucutan Senjata 2026 dalam kerangka Conference on Disarmament (High-Level Segment of the 2026 Conference on Disarmament).
Pada pertemuan itu, dia menyoroti bahwa perlucutan senjata global tidak hanya stagnan, tetapi mengalami kemunduran. Menurutnya, forum tersebut harus memulihkan kredibilitas.
Baca juga : Tasya Kamila, Sharing Kisah Pengabdian Sebagai Alumni LPDP
“Perlucutan senjata nuklir justru terkesan opsional, di tengah upaya keras negara-negara non-senjata nuklir melakukan proliferasi,” katanya.
Sugiono mendorong Konferensi Perlucutan Senjata menampilkan ketahanan dinamis atau dynamic resilience. Konferensi tersebut harus mampu menjaga integritas dan tujuan utamanya di tengah ketegangan geopolitik.
“Keamanan sejati dibangun melalui kepercayaan, pengendalian diri dan dialog. Bukan hanya melalui pencegahan semata,” ucapnya.
Di sela-sela sidang Dewan HAM PBB, Sugiono melakukan sejumlah pertemuan bilateral strategis. Salah satunya bertemu dengan Menlu dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin.
Kepada Menlu Shahin, Sugiono kembali menegaskan posisi dan dukungan Indonesia bagi rakyat Palestina. Dia juga menyoroti pentingnya proses politik yang kredibel menuju Solusi Dua Negara.
“Indonesia siap memainkan peran yang lebih substantif dalam mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Termasuk melalui Board of Peace dan International Stabilization Force (ISF),” kata Sugiono.
Menurutnya, fokus utama kontingen Indonesia dalam ISF adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan.
Baca juga : Purbaya Pastikan Defisit APBN 54,6 T Terkendali
Sementara, Menlu Shahin menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Indonesia memperjuangkan kepentingan Palestina di berbagai forum internasional.
Shahin menegaskan kedalaman hubungan historis antara Palestina dan Indonesia, dan menyebut Presiden Mahmoud Abbas diundang hadir dalam KTT Delapan Negara (D-8) yang dijadwalkan di Jakarta pada pertengahan April 2026.
Selain dengan Menlu Shahin, Sugiono bertemu dengan Menlu Kirgizstan Jeenbek Kulubaev.
Pertemuan keduanya menjadi momentum awal untuk mempererat hubungan kedua negara.
Kedua pihak sepakat menghidupkan kembali konsultasi bilateral, memperkuat dialog politik, serta menjajaki potensi perdagangan dan investasi. Termasuk melalui kerja sama yang dapat dikembangkan dalam kerangka Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia).
Selain itu, Sugiono melakukan pertemuan dengan Menlu Kuba Bruno Rodriguez Parrilla. Keduanya bicara peluang kerja sama yang bertumpu pada kedekatan historis kedua negara.
Saat bertemu dengan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB Volker Turk, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi secara konstruktif dalam mekanisme HAM internasional.
Baca juga : 2.280 Ton Beras Diekspor ke Saudi
Volker Turk mengapresiasi dukungan terhadap kepemimpinan dan peran aktif Indonesia di Dewan HAM PBB.
Rangkaian agenda Sugiono di Jenewa memperlihatkan konsistensi Indonesia dalam menempatkan multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta diplomasi yang inklusif sebagai fondasi kebijakan luar negeri.
Indonesia berupaya memposisikan diri sebagai mitra yang menjembatani perbedaan, memperkuat dialog dan menjaga agar institusi global tetap relevan dan kredibel di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya rivalitas geopolitik. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 25 Februari 2026 dengan judul "Indonesia Gaspol Di Panggung Global Menlu Soroti HAM Hingga Perlucutan Senjata Nuklir"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.