Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Oknum Polisi Aniaya Anak Tuai Kecaman
Muhammad Isnur: Kami Mengecam Semua Tindakan Brutal
Selasa, 24 Februari 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peristiwa naas dan memprihatinkan harus dialami Arianto Tawakal pada Kamis pagi, 19 Februari 2026. Pelajar berusia 14 tahun ini dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum anggota Brimob Polda Maluku.
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, kejadian bermula ketika Arianto bersama kakaknya sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pagi hari di Kota Tual. Tiba-tiba, anggota Brimob berinisial Bripda MS diduga memukul kepala Arianto dengan helm taktikal. Pukulan tersebut menyebabkan korban kehilangan kendali, jatuh, dan mengalami luka parah di kepala. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggal dunia.
Baca juga : Komisi III Ingatkan Paradigma Hukum Keadilan Substantif
Peristiwa tersebut menuai reaksi publik. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan peristiwa ini melanggar hak asasi anak dan mendesak pemberian hukuman maksimal untuk pelaku. Organisasi hak asasi seperti Amnesty International Indonesia mengecam peristiwa ini sebagai dugaan pelanggaran berat HAM atau extrajudicial killing.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengecam keras peristiwa yang telah menghilangkan nyawa seorang anak. “Peristiwa ini sangat menyedihkan dan bagi kami merupakan tindakan biadab serta tindak pidana,” kecam Isnur.
Baca juga : Kapolri Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah
Sementara itu, Komisioner Kompolnas Gufron Mabruri meminta kepada masyarakat untuk mengawasi proses yang telah dilakukan.
Faktanya, peristiwa ini tidak hanya menarik perhatian lokal di Maluku, tetapi juga memicu reaksi nasional dari publik, lembaga hak asasi, serta Pemerintah. Proses hukum berjalan, namun banyak pihak menekankan pentingnya transparansi dan keadilan untuk keluarga korban.
Baca juga : Pemerintah Genjot PPDS, 9 Prodi Baru Diluncurkan
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan Muhammad Isnur terkait peristiwa ini, berikut petikan wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya