RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa negaranya terlibat dalam serangan terhadap Iran. Dalam sebuah video berdurasi delapan menit yang diunggah melalui akun Truth Social miliknya, Jumat (27/2/2026) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tengah menjalankan operasi besar dan berkelanjutan.
Tujuan operasi itu untuk menghadang apa yang ia sebut sebagai “rezim radikal dan sangat jahat” yang dinilai mengancam keamanan nasional serta kepentingan inti Amerika Serikat.
Trump menyatakan, langkah tersebut mencakup penghancuran sistem rudal dan industri persenjataan rudal pihak lawan. Ia juga menegaskan komitmen untuk melumpuhkan kekuatan angkatan laut mereka serta memastikan kelompok-kelompok proksi yang disebutnya sebagai teroris tidak lagi mampu mengguncang stabilitas kawasan.
Baca juga : Komisi IX Minta Pemerintah Kaji Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Menurutnya, Washington telah berulang kali berupaya mencapai kesepakatan guna membatasi program nuklir Iran. Namun, ia menuduh Teheran menolak setiap peluang untuk menghentikan ambisi nuklirnya.
“Rezim ini akan segera memahami bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan keperkasaan angkatan bersenjata Amerika Serikat,” tegas Trump.
Dua suara ledakan keras yang diikuti dua kepulan asap tebal, seperti dilansir Reuters, Sabtu (28/2/2026), terlihat di langit di wilayah pusat dan timur Teheran pada Sabtu pagi.
Baca juga : Dinas Rahasia AS Tembak Pria Bersenjata Yang Coba-Coba Masuk Ke Resor Trump
Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak berada di Tehran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.
Serangan ini terjadi setelah perang udara selama 12 hari pada Juni 2025 antara Israel dan Iran. Terjadi di tengah peringatan berulang dari AS dan Israel bahwa mereka akan menyerang lagi jika Iran terus melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.