BREAKING NEWS
 

Belajar Ilmu Keamanan Maritim di Filipina (5)

Menapaki HMAS Toowomba, Super Modern & Wow Banget

Reporter : FIRSTY HESTYARINI
Editor : KARTIKA SARI
Minggu, 1 Maret 2026 07:30 WIB
Para peserta SEAMVVP mendengarkan penjelasan pemandu tur kapal perang Australia HMAS Toowomba di ruang kendali kapal fregat kelas ANZAC. (Foto: Angkatan Laut Australia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Firsty Hestyarini kembali mengikuti Southeast Asia Maritime Media Visits Programme (SEAMMVP) yang diinisiasi La Trobe Asia, dengan dukungan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade/DFAT). Program yang diawali di Canberra, Australia, pada akhir Oktober 2025, berlanjut di Filipina pada 9-14 Februari 2026. Berikut laporannya.

Setelah menjelajah kapal patroli kebanggaan Filipina, BRP Teresa Magbanua di Manila, 12 jurnalis dari Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam berkesempatan mengeksplorasi kapal perang Australia HMAS Toowomba di Teluk Subic. Sepekan lalu, kapal ini baru saja meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, sebagai bagian dari misi Regional Presence Deployment 2026.

Sore hari setelah menjumpai komunitas nelayan tradisional di San Felipe, rombongan delegasi SEAMMVP pergi menuju Teluk Subic, yang masih berada di Provinsi Zambales. Kami berangkat sekitar pukul 15.00 sore naik bus, dan tiba di Teluk Subic pukul 16.30. 

Gagah dan megah. Itulah kesan visual pertama kami saat menginjakkan kaki di geladak helikopter (flight deck) yang terlihat di bagian buritan alias belakang kapal. Dari situ, kami memasuki area hanggar, tempat helikopter MH-60R Seahawk diparkir dan dirawat. 

Baca juga : Rudiarto Sumarwono: PPPK Memang Bukan Pegawai Permanen

Saat kami kunjungi, helikopter MH-60R Seahawk sedang bertengger manis di dalam hanggar, dalam kondisi bilah baling-baling dan ekor helikopter terlipat. Di dinding hanggar, terlihat lemari perkakas dan aneka perlengkapan penyelamatan laut yang tertata sangat rapi. 

Kehadiran helikopter MH-60R Seahawk di atas geladak HMAS Toowoomba bukan sekadar pajangan. Tetapi juga menjadi mata dan taring tambahan bagi kapal fregat tersebut. Helikopter berjuluk Romeo ini, bisa menjadi mata yang terbang jauh di depan kapal untuk mencari posisi kapal musuh, serta memungkinkan peluncuran rudal dan torpedo dari udara. Intinya, meningkatkan kemampuan perang HMAS Toowomba.

Dari area hanggar, kami berjalan menuju dek samping untuk menjajal peralatan keselamatan dan tempur. Peralatan keselamatan yang pertama kali didemonstrasikan awak kapal berbaju pelindung warna kuning dan helm oranye adalah selang pemadam berkekuatan tinggi.

 

Jurnalis peserta SEAMVVP menyimak penjelasan kru kapal perang Australia HMAS Toowomba tentang penggunaan selang pemadam berkekuatan tinggi. (Foto: AL Australia)

Baca juga : Azis Subekti: Pertimbangkan Keadilan Dan Pengabdian Total


Jurnalis Vietnam, Trong Kien Tran menjajal alat tersebut. Dipandu kru, Trong mengawalinya dengan memasang kuda-kuda kaki yang lebar dan kuat. Kru berdiri di belakang Trong dan memegang bahunya untuk menahan beban dorongan air tersebut.

Trong lalu menarik nozzle logam di ujung selang merah tersebut, dan air pun memancar deras dengan tekanan tinggi sejauh puluhan meter. “Wow…,” seru Trong sambil tertawa. Sebagian cipratan air tersebut mengenai beberapa peserta. 

Setelah demo selang semprot, jurnalis diajak menjajal rompi tempur yang dilengkapi pelat pelindung balistik untuk menahan serpihan ledakan atau peluru, lengkap dengan helm pelindung.

Rompi tempur tanpa peluru, beratnya sekitar 7 kg. Sementara helm pelindungnya, berbobot sekitar 1 kg. Total sekitar 8 kg.

Baca juga : Komisi IX Minta Percepat Vaksinasi Hingga 95 Persen

Jurnalis Malaysia Noor Bachtiar Ahmad, termasuk salah satu peserta SEAMVVP yang menjajal rompi antipeluru tersebut. 

Adsense

“Ini merupakan pengalaman pertama saya mengenakan rompi antipeluru. Saya merasa agak berat dan sedikit kaku. Tapi setidaknya, saya jadi bisa membayangkan tantangan yang dihadapi tentara di lapangan,” ungkap Noor. 

Usai menjajal peralatan tersebut, kami naik tangga baja yang curam dan sempit, menuju anjungan kapal (bridge). Kami masuk ke ruang navigasi, yang tampak modern dengan berbagai peralatan digital yang canggih. Termasuk, peta digital ECDIS dan berbagai radar monitor.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense