BREAKING NEWS
 

Belajar Ilmu Keamanan Maritim di Filipina (5)

Menapaki HMAS Toowomba, Super Modern & Wow Banget

Reporter : FIRSTY HESTYARINI
Editor : KARTIKA SARI
Minggu, 1 Maret 2026 07:30 WIB
Para peserta SEAMVVP mendengarkan penjelasan pemandu tur kapal perang Australia HMAS Toowomba di ruang kendali kapal fregat kelas ANZAC. (Foto: Angkatan Laut Australia)

 Sebelumnya 
Dalam kesempatan ini, Rakyat Merdeka berkesempatan menjajal kursi navigator yang biasanya diduduki Executive Officer atau perwira jaga tingkat tinggi lainnya. Duduk di sana memberikan kesan yang luar biasa, seolah Rakyat Merdeka adalah pemegang kendali kapal seberat 3.600 ton tersebut, dengan berbagai piranti navigator canggih. 

Setelahnya, kami menuju ruang serbaguna. Bisa untuk meeting, atau acara non formal. Tampak camilan tertata rapi di meja pantry mungil dalam ruang tersebut. 

“Di ruang inilah kami antara lain berkumpul untuk merayakan kru yang berulang tahun. Kami ingin suasana kekeluargaan tetap terjaga di tengah tugas,” ujar Komandan HMAS Toowomba, Letnan Kolonel Alicia Harrison.

Harrison mencatat sejarah sebagai salah satu perempuan yang memimpin kapal perang utama Negeri Kanguru, dalam misi internasional. 

Sekilas Tentang HMAS Toowomba 

Baca juga : Rudiarto Sumarwono: PPPK Memang Bukan Pegawai Permanen

HMAS Toowomba yang dibangun oleh Tenix Defence Systems di Williamstown, Victoria, Australia, merupakan kapal ketujuh dari delapan fregat Kelas Anzac yang didasarkan pada desain fregat MEKO 200 asal Jerman. Kelas Anzac adalah fregat jarak jauh yang mampu melaksanakan pertahanan udara, peperangan permukaan dan bawah laut, pengawasan, pengintaian, serta intersepsi.

Kelas Anzac juga dilengkapi dengan delapan rudal Harpoon yang diluncurkan dari kanister untuk serangan anti-kapal maupun darat. Sistem pertahanan lainnya meliputi sistem umpan rudal aktif Nulka, chaff eksternal, dan sistem penanggulangan torpedo.

Persenjataan utama kapal terdiri dari satu meriam Mark 45 yang mampu menembakkan 20 peluru per menit, torpedo Mark 46 yang diluncurkan dari kapal, serta sistem peluncur vertikal Mark 41 untuk rudal Evolved Sea Sparrow. 

HMAS Toowoomba yang dioperasikan pada 8 Oktober 2025, merupakan kapal kedua Angkatan Laut Australia yang menggunakan nama kota pedalaman Queensland tersebut.

Baca juga : Azis Subekti: Pertimbangkan Keadilan Dan Pengabdian Total

HMAS Toowoomba (I) sebelumnya merupakan salah satu dari 60 korvet penyapu ranjau Kelas Bathurst yang dibangun di Australia selama Perang Dunia II, sebagai bagian dari program pembangunan kapal masa perang Pemerintah Persemakmuran.

Dengan berakhirnya tur kapal perang HMAS Toowomba, selesailah sudah rangkaian acara SEAMMVP di Filipina yang digelar pada 9-14 Februari 2026.

Lupita Wijaya selaku inisiator SEAMMVP berharap, program ini dapat meningkatkan kapasitas, kualitas, dan jejaring jurnalis Asia Tenggara dalam melaporkan isu keamanan dan tata kelola maritim. 

“Peliputan yang baik akan membantu publik memahami bahwa krisis laut adalah krisis sosial dan ekonomi, bukan hanya geopolitik,” ujar Lupita.  

Baca juga : Komisi IX Minta Percepat Vaksinasi Hingga 95 Persen

“Kami optimistis, program ini dapat memperkuat ekosistem diskusi regional dan menciptakan komunitas pengetahuan yang mendukung cooperation, bukan competition,” tandasnya. (Selesai)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense