RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengimbau jemaah umrah menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan kondusif. Imbauan itu terkait kondisi Timur Tengah yang memanas.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri guna memastikan keselamatan jemaah umrah asal Indonesia.
Dahnil menegaskan bahwa perlindungan jemaah menjadi prioritas utama di tengah situasi yang berkembang.
Baca juga : 108 Siswi Tewas, Presiden Iran Kecam Serangan AS-Israel Ke Sekolah
"Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya," katanya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Selain itu, Pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang karena seluruh perangkat negara terus bekerja memantau situasi
Berikut poin-poin penting yang disampaikan Wamen Dahnil Anzar:
1. Jemaah Diminta Tunda Keberangkatan
Baca juga : Kemenhaj Pastikan Pantau Keamanan Jemaah Umrah
Jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat diimbau untuk menunda perjalanan sementara waktu hingga kondisi dinyatakan aman dan kondusif. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi demi keamanan dan kenyamanan WNI yang akan beribadah di Tanah Suci.
2. Jemaah di Tanah Suci Diminta Aktif Berkoordinasi
Bagi jemaah yang saat ini tengah menunaikan ibadah, diminta untuk terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI, Konsulat Jenderal RI, serta Kantor Urusan Haji Indonesia di Tanah Suci. Aparatur negara disiagakan untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan dan memastikan jemaah dalam kondisi aman.
Pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang karena seluruh perangkat negara terus bekerja memantau situasi.
3. Pastikan Jadwal Kepulangan dan Hak Akomodasi
Baca juga : Raih Golden Leader 2026, Wamenhaj Dahnil Serukan Kebangkitan Intelektual
Jemaah yang akan kembali ke Indonesia diimbau memeriksa jadwal penerbangan secara berkala. Jika terjadi penundaan, jemaah berhak memperoleh akomodasi atau tempat tinggal yang layak dari maskapai maupun penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Pendampingan akan dilakukan oleh Kantor Urusan Haji di Tanah Suci.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.