Dark/Light Mode

108 Siswi Tewas, Presiden Iran Kecam Serangan AS-Israel Ke Sekolah

Minggu, 1 Maret 2026 13:00 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto Dok President.ir)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto Dok President.ir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, Provinsi Hormozgan, Sabtu (28/2/2026).

Melansir Kantor Berita Tasnim, dalam pesannya menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kejam yang menodai sejarah.

“Tindakan biadab ini menambah satu halaman hitam lagi dalam catatan panjang kejahatan para agresor, sebuah memori yang tidak akan pernah terhapus dari sejarah bangsa kita,” ujar Pezeshkian.

Serangan pada Sabtu pagi itu menargetkan Sekolah Dasar Putri Shajareh-Tayyebeh. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 108 siswi tewas dan 92 lainnya luka-luka.

Sejumlah korban dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan, sementara tim penyelamat terus melakukan evakuasi.

Baca juga : BKSAP DPR Optimis Presiden Prabowo Mampu Jembatani Dialog AS-Iran

Presiden Iran menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan rakyat Iran. Ia juga memerintahkan seluruh otoritas penyelamat dan medis untuk mengerahkan sumber daya maksimal.

"Pemerintah akan mengirimkan bantuan segera dan berkelanjutan kepada para korban luka dan keluarga para syuhada,” kata Presiden Pezeshkian.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa wilayah Iran kembali menjadi sasaran agresi militer  Amerika Serikat dan rezim Zionis. Pernyataan itu menyebut serangan udara yang terjadi sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial Iran dan Piagam PBB. 

“Menanggapi agresi ini adalah hak legal dan sah Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegas Kementerian Luar Negeri.

Kemlu Iran menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan menggunakan seluruh kapasitasnya untuk melawan agresi tersebut. Iran juga menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak. 

Baca juga : Kedubes Iran: Serangan AS & Israel Ancaman Serius Perdamaian Internasional

“Kami mengingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan atas tanggung jawab besar mereka untuk segera mengambil tindakan terhadap pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan, bahwa Iran tidak memahami alasan di balik serangan tersebut. Ia menyoroti dampak serangan terhadap warga sipil.

Sekolah itu dibom saat dipenuhi murid-murid. Araghchi mengatakan, puluhan anak-anak tak bersalah tewas di lokasi ini. Ia menegaskan bahwa Iran akan membalas kematian anak-anak yang tak berdosa. 

“Iran akan menghukum mereka yang membunuh anak-anak kami. Permusuhan kami bukan terhadap rakyat Amerika, yang kembali dibohongi, melainkan terhadap kebijakan pemerintahannya,” kata Araghchi.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Iran hanya menjalankan hak membela diri. Araghchi menyatakan, bahwa sejarah telah membuktikan bangsa Iran tidak pernah tunduk pada agresi asing. 

Baca juga : Trump Konfirmasi AS Terlibat Dalam Serangan Israel Ke Iran

“Kali ini pun, respons bangsa Iran akan tegas dan menentukan, membuat para agresor menyesali tindakan kriminal mereka,” pungkasnya. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.