RM.id Rakyat Merdeka - Forum lintas budaya seperti menggelar acara buka bersama (bukber), menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara Jepang dengan komunitas Muslim di Indonesia.
Kuasa Usaha ad Interim (KUA) Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Myochin Mitsuru menegaskan, kegiatan seperti ini efektif mendekatkan dirinya dengan komunitas Muslim Indonesia. Bahkan, dia secara khusus menyoroti besarnya peran perguruan tinggi Islam dalam sistem pendidikan nasional.
Pernyataan itu disampaikannya saat acara bukber di Kediaman Duta Besar Jepang di Jakarta, Senin (2/3/2026). Acara itu dihadiri pimpinan pondok pesantren, rektor dan dosen universitas Islam, hingga alumni program pertukaran budaya Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (Jenesys).
“Saya belum banyak kenal sahabat-sahabat Jepang di Indonesia. Ini kesempatan baik untuk berkenalan,” ujar diplomat yang pernah ngepos di Swiss ini.
Myochin mengaku, forum silaturahmi seperti ini membuka ruang dialog yang lebih luas dan personal. Dia melihat langsung bagaimana jejaring pendidikan Islam di Indonesia berkontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pada Februari lalu dia berkunjung ke Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Dari situ, dia mempelajari bahwa di Indonesia, perguruan tinggi tidak hanya berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Tetapi juga di bawah Kementerian Agama.
Baca juga : Pemerintah Percepat Aturan Perdagangan Karbon Nasional
Myochin mengatakan, model tersebut menunjukkan betapa strategisnya posisi perguruan tinggi Islam dalam pembangunan bangsa.
Dia mencatat, 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia merupakan salah satu fondasi penting pendidikan di Indonesia.
Sebagai bentuk komitmen mendukung pendidikan di Indonesia, sejak 2004 Pemerintah Jepang sudah memberangkatkan lebih dari 190 pemimpin dan pengajar pondok pesantren ke Negeri Sakura.
Myochin menyebut, mereka adalah jembatan persahabatan Jepang dengan Indonesia, khususnya komunitas Muslim.
“Kami percaya bahwa pertukaran warga di tingkat akar rumput seperti ini adalah sarana penting untuk memperkuat hubungan antarbangsa di masa depan,” tuturnya.
Keakraban sangat terasa dalam bukber ini. Saat berbincang dengan para tamu, Myochin diberi tahu keunggulan berpuasa secara umum. Dia mengaku takjub dengan keistimewaan puasa.
Baca juga : Buka Puasa Bareng KSBSI, Kapolri Ajak Buruh Jaga Persatuan Dan Kamtibmas
Salah satunya di sisi kesehatan adalah autophagy. Yakni proses alami di dalam tubuh saat sel “membersihkan diri” dengan menghancurkan dan mendaur ulang bagian-bagian sel yang rusak atau sudah tidak berfungsi.
Autophagy ini meliputi regenerasi sel, memperlambat penuaan, meningkatkan imun, menurunkan berat badan, serta mencegah penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan kanker.
“Keistimewaan puasa sudah dites dan terbukti secara ilmiah bermanfaat sekali untuk kesehatan tubuh,” ujarnya, saat berbincang dengan para tamu.
Dia juga mengingatkan petuah lama Jepang yang menyebut puasa membuat makanan yang kita makan terasa lebih nikmat.
“Petuah tersebut bisa kita lihat langsung di acara buka puasa ini. Saya melihat wajah-wajah gembira para tamu menikmati makanan berbuka,” ucapnya.
Para tamu memberi jempol untuk seluruh hidangan yang disuguhkan tuan rumah. Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat, yang hadir di acara bukber, memuji hidangan yang disuguhkan.
Baca juga : Ketum DPP KNPI: Buka Puasa Bersama Pererat Soliditas dan Komitmen Kebangsaan
“Acara ini bukan sekadar makan enak. Ini juga ajang silaturahmi,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.