BREAKING NEWS
 

Telepon MBS, Prabowo Serukan AS-Israel Vs Iran Hentikan Perang

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 13 Maret 2026 08:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (Foto: Setpres).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menelepon Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), Rabu (11/3/2026). Dalam pembicaraan itu, Prabowo menyerukan agar Amerika Serikat (AS) dan Israel menghentikan perang dengan Iran. 

Informasi Prabowo menelepon MBS disampaikan akun X Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, @KSAMOFA. "Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota dan Perdana Menteri, menerima telepon Presiden Prabowo Subianto dari Republik Indonesia,” tulis akun @KSAMOFA, Kamis (12/3/2026).

Prabowo dan MBS membahas perkembangan terbaru eskalasi militer di kawasan Timur Tengah (Timteng). Sebab, dampak yang ditimbulkan dan berbahaya bagi stabilitas regional maupun internasional.

Kepada MBS, Prabowo menegaskan, eskalasi konflik berpotensi mengganggu stabilitas dan keamanan wilayah secara lebih luas. "Presiden Indonesia menegaskan pentingnya penghentian segera aktivitas militer di kawasan karena tindakan tersebut dapat mengganggu keamanan dan stabilitas wilayah,” sambung akun @KSAMOFA.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, Indonesia terus berikhtiar memainkan peran konstruktif mendamaikan AS-Israel dan Iran. Sugiono juga sempat menghubungi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk menyatakan kesediaan Indonesia memediasi dialog untuk menghentikan konflik yang terjadi. 

Baca juga : Lindungi Rakyat dari Berbagai Tantangan, Prabowo Minta Doa dan Dukungan Ulama

“Kami bersedia memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa warga sipil yang tidak bersalah,” ujarnya.

Ia juga menyerukan semua pihak menahan diri. Segera lakukan langkah de-eskalasi untuk meredakan konflik. Menurut Sugiono, penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa harus tetap dijunjung tinggi.

"Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional,” tegasnya.

Adsense

Demi menghentikan perang AS-Israel vs Iran, Prabowo bersedia terbang ke Teheran. Rencana ini didukung Pemerintah Pakistan.

"Pimpinan Pakistan bersedia untuk bersama-sama mendampingi Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Ini langkah yang sangat baik dan menunjukkan gagasan Presiden Prabowo mendapat dukungan secara internasional,” ujar Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, saat menghadiri buka puasa bersama Presiden Prabowo bersama tokoh agama, di Istana Jakarta, Kamis (5/3/2026). 

Baca juga : Praperadilannya Ditolak, Yaqut Gigit Jari

Jimly menerangkan, sebelum buka puasa bersama itu, Presiden Prabowo menelepon pimpinan Pakistan untuk membahas situasi global yang berkembang. "Pembicaraan mengenai isu global ini sangat serius dan menyita perhatian besar,” terang Jimly.

Jimly tidak merinci secara detail komunikasi yang dilakukan Prabowo pihak Pakistan. Ia hanya menyebut, adanya kesediaan dari pihak Pakistan untuk melakukan kunjungan bersama ke Teheran.

“Intinya, mereka akan sama-sama pergi ke Teheran dalam misi perdamaian ini,” terang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Paramadina Adhe Nuansa Wibisono menilai, inisiatif Prabowo menawarkan diri menjadi mediator dalam konflik AS-Israel dan Iran merupakan langkah positif dalam diplomasi internasional.

"Ini tentu menjadi sebuah inisiatif yang baik dari Presiden. Walaupun demikian, kita juga harus mengukur efektivitas, daya tawar, dan kekuatan diplomasi kita dalam konflik Amerika-Israel dan Iran,” nilai Adhe, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (12/3/2026).

Baca juga : Dipastikan Purbaya, Ekonomi RI Nggak Bakal Resesi

Adhe menjelaskan, secara geografis, Indonesia berada cukup jauh dari kawasan Timteng. Pengaruh langsung Indonesia dalam dinamika konflik kawasan relatif terbatas. Lain hal dengan negara-negara besar yang memiliki kedekatan geopolitik dengan wilayah konflik. 

Meski demikian, Adhe menilai, langkah yang diambil Prabowo tetap penting sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional. "Ini tetap menjadi bentuk kepedulian Indonesia untuk mencoba meningkatkan daya tawar diplomasi kita di kawasan Timur Tengah,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense