Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Di Tokyo Conference 2026
Airlangga: Asia Kunci Pertumbuhan Global
Kamis, 12 Maret 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, Asia berpeluang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dunia di masa depan. Hal itu dapat terwujud jika negara-negara di kawasan memperkuat kerja sama dan menjaga perdagangan yang terbuka.
Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri Tokyo Conference 2026 di Tokyo, Jepang, Selasa (10/3/2026).
Tokyo Conference adalah forum internasional yang mempertemukan para pemimpin Asia, pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku bisnis. Forum ini membahas isu strategis kawasan dan global, seperti ekonomi, geopolitik, perdagangan, serta peran Asia dalam perekonomian dunia di masa depan.
Baca juga : Minta Fee Buat Lebaran, Bupati Rejang Lebong TSK Suap Ijon Proyek
Di forum ini, Airlangga berbicara pada sesi Asian Leaders Roundtable bertema “Envisioning Our Future: What kind of global role should Asia aspire in 2050?”.
Hadir dalam acara tersebut, mantan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus bertindak sebagai Co-Chair dalam sesi Asian Leaders Roundtable.
Sejumlah tokoh internasional turut hadir sebagai panelis. Di antaranya, mantan Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Gubernur Reserve Bank of India Duvvuri Subbarao, mantan Gubernur Bank of Thailand Tarisa Watanagase, mantan Sekretaris Jenderal ASEAN Ong Keng Yong, Senior Fellow CSIS Rizal Sukma, serta mantan Menteri Perdagangan Malaysia Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz.
Baca juga : Konflik Timteng Memanas, Keselamatan WNI Prioritas
Dalam forum tersebut, Airlangga menilai dunia saat ini menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Hubungan antar-negara besar semakin dipengaruhi kepentingan strategis dan politik yang bersifat transaksional.
“Tatanan global sebenarnya sudah multipolar sejak beberapa waktu. Namun, pola interaksi antar-kekuatan kini semakin didorong oleh kepentingan kekuatan dan transaksi politik,” ujar Airlangga.
Menurut dia, tren proteksionisme juga meningkat dan kepercayaan terhadap sistem multilateral mengalami penurunan. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), misalnya, masih menghadapi tantangan dalam mencapai kemajuan pada isu perdagangan digital maupun penguatan rantai pasok global.
Baca juga : Bantah Isu Perebutan Kekuasaan, Gerindra NTB Sebut Kursi Ketua DPD Dimiliki DPP
Di sisi lain Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menghadapi kesulitan menjaga efektivitas multilateralisme akibat meningkatnya ketegangan geopolitik serta berbagai krisis global yang semakin kompleks.
Airlangga juga menyoroti situasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran bahkan berdampak pada sejumlah negara lain di kawasan tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya