RM.id Rakyat Merdeka - Iran menyatakan akan terus memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Hal ini ditegaskan presenter berita TV Pemerintah Iran, dalam pernyataan yang disebut berasal dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
“Iran harus menggunakan pengaruh untuk memblokir Selat Hormuz, karena selat tersebut merupakan area rentan musuh,” tegas Khamenei dalam pernyataan tersebut.
Pemblokiran kapal tanker minyak yang berlayar melalui selat yang merupakan jalur bagi seperlima lalu lintas minyak dunia, serta serangan Iran terhadap kapal tanker minyak di Teluk, telah menyebabkan harga minyak melonjak.
Baca juga : Ayatollah Mojtaba Khamenei Mulai Aktif di Platform X, Ini Postingan Perdananya
Pada Rabu (10/3/2026), Teheran mengatakan dunia harus siap menghadapi harga minyak 200 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Serta memperingatkan bahwa setiap kapal tanker yang menuju AS, Israel, dan mitranya adalah target yang sah.
Sementara Badan Energi Internasional (IEA) telah memperingatkan bahwa pasar minyak kini mengalami gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.
Khamenei juga memastikan, pihaknya akan membalas darah warga Iran yang tewas dalam perang dengan AS dan Israel.
Pangkalan AS
Baca juga : Trump Ancam Hantam Iran 20 Kali Lebih Keras Jika Ganggu Selat Hormuz
Dalam pernyataan tersebut, Khamenei juga mengingatkan negara-negara tetangga untuk berhenti menjadikan wilayahnya sebagai pangkalan AS. Sebab, Iran akan terus menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut.
“Teheran memiliki kebijakan persahabatan dengan negara-negara tetangga, tetapi kami memperingatkan mereka untuk menutup pangkalan-pangkalan Amerika mereka,” ujar Khamenei.
"Kita berbagi perbatasan darat atau maritim dengan 15 negara tetangga dan selalu berupaya menjalin hubungan yang hangat dan konstruktif dengan semuanya," imbuhnya.
Baca juga : Anak Khamenei Jadi Pimpinan Tertinggi Iran
Khamenei menuturkan, negara-negara di kawasan harus memperjelas sikap terhadap Iran, terkait serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
"Saya menyarankan mereka untuk menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin," cetusnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.