Dark/Light Mode

Smart Board Dari Kemendikdasmen Bikin Siswa SLB Makin Semangat Belajar

Sabtu, 20 September 2025 09:14 WIB
Siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) B-C Alfiany, Cengkareng, Jakarta. memperagakan interactive flat panel (IFP) atau smart board yang didistribusikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Foto : Ist)
Siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) B-C Alfiany, Cengkareng, Jakarta. memperagakan interactive flat panel (IFP) atau smart board yang didistribusikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto di sektor pendidikan, khususnya digitalisasi pembelajaran, mulai dirasakan di sekolah luar biasa (SLB).

Sejak awal September, SDLB B-C Alfiany, Cengkareng, Jakarta, sudah menerima interactive flat panel (IFP) atau smart board dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca juga : Sinergi BRI dan Kemenimipas Hadirkan Balai Latihan Kerja di Nusakambangan

Guru kelas 3, Melda Novitasari, mengaku papan interaktif ini membuat proses belajar lebih hidup. Anak-anak yang sebelumnya pemalu, kini berebut maju ke depan kelas.

“Jangankan anak-anak ya, gurunya juga jadi ikut semangat. Perbedaannya lumayan signifikan. Anak-anak lebih antusias, lebih fokus, ada gambar dan video juga,” ujar Melda dalam keterangannya, Sabtu (20/9).

Baca juga : Lukisan QR Art SBY Dan Ibu Ani Kini Bisa Diakses Lewat Ponsel

Menurutnya, siswa berkebutuhan khusus kini lebih mudah menyerap materi. “Mereka ikut terjun langsung menggeser tampilan. Jadi lebih semangat. Aku mau maju! Aku mau maju!” katanya.

Iqthoria, wali murid kelas 3, juga merasakan dampaknya. “Anaknya jadi lebih semangat. Pulang sekolah langsung cerita. Jadi gadget ini dimanfaatkan maksimal dengan sasaran yang tepat,” ucapnya.

Baca juga : BRI Dukung UMKM Surabaya Kembangkan Diaper Ramah Lingkungan Makin Diminati Pasar

Aanak-anak SDLB gembira mengerjakan soal matematika lewat smart board. Pendistribusian smart board ini bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Pemerintah menargetkan membagikan sekitar 330 ribu unit hingga akhir 2025.

Langkah ini jadi bukti komitmen pemerintahan Prabowo untuk menghadirkan pendidikan inklusif dan adaptif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.