RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut sejumlah negara akan mengirim kapal perang untuk membantu menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Konflik ini mencuat setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
“Negara-negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga agar selat tetap terbuka dan aman,” ujar Trump via Truth Social, dikutip Minggu (15/3/2026).
Dalam postingan tersebut, Trump juga mengklaim AS telah menghancurkan seluruh kemampuan militer Iran. Namun, menurutnya, masih ada kemungkinan Iran melancarkan gangguan terbatas di perairan.
Baca juga : Triyasa Berbagi Berkah Ramadan, Salurkan Bantuan Ke Tiga Panti Asuhan
“Kita telah menghancurkan 100 persen kemampuan militer Iran, tetapi mudah bagi mereka untuk mengirim satu atau dua drone, menjatuhkan ranjau, atau meluncurkan rudal jarak dekat di sepanjang perairan ini,” papar Trump.
Presiden ke-45 dan 47 AS ini berharap negara-negara besar yang bergantung pada jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz - seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris - dapat berpartisipasi mengamankan wilayah perairan tersebut.
Trump menegaskan, AS siap mengambil tindakan militer yang diperlukan, demi memastikan jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka.
Baca juga : Inter Milan Vs Atalanta, Bangkit Amankan Scudetto
"Amerika Serikat akan membombardir garis pantai secara besar-besaran, dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran. Dengan satu atau lain cara, kita akan segera membuka, mengamankan, dan membebaskan Selat Hormuz," tandasnya.
Selat Hormuz adalah jalur maritim paling vital di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur utama ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, UEA, Qatar, dan Kuwait ke Asia, Eropa, dan Amerika Utara ini memfasilitasi sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global atau sekitar 20 juta barel per hari.
Gangguan di selat ini akan menyebabkan lonjakan harga minyak mentah - yang berpotensi merambat ke harga barang, jasa, pupuk, dan pangan -, di samping menyebabkan inflasi tinggi serta gangguan rantai pasok global.
Baca juga : Ayatollah Mojtaba Khamenei: Iran Akan Terus Blokir Selat Hormuz
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.