Dark/Light Mode

Tutup Diklat PPIH 2026

Menhaj: Layani Jemaah Haji, Berikan Rasa Aman dan Nyaman

Jumat, 30 Januari 2026 16:50 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (ke-8 kanan) , mewakili Presiden, menutup Diklat PPIH 2026 di Lapangan Galaxy, Makodau I, Jaktim. [Foto: MCH Kemenhaj]
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (ke-8 kanan) , mewakili Presiden, menutup Diklat PPIH 2026 di Lapangan Galaxy, Makodau I, Jaktim. [Foto: MCH Kemenhaj]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantapkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk menyiapkan petugas yang tangguh secara mental, prima secara fisik, serta andal dalam manajemen pelayanan bagi 221.000 jemaah haji Indonesia.

Sebanyak 1.636 peserta Diklat PPIH 2026 mengikuti apel penutupan diklat selama 20 hari dari 10 hingga 30 Januari 2026. [Foto: MCH Kemenhaj]

Diklat PPIH Tahun 1447 H/2026 M berlangsung selama satu bulan. Tahap tatap muka digelar di Asrama Haji Pondok Gede pada 10–30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan pembelajaran daring pada 2–11 Februari 2026.

Baca juga : Road to JFSS 2026, Menko Airlangga Tekankan Ketahanan Pangan Nasional

Sebanyak 1.636 peserta terdaftar mengikuti pelatihan. Dari jumlah tersebut, 1.622 petugas tercatat aktif menyelesaikan seluruh rangkaian diklat. Adapun 6 peserta berhalangan hadir karena sakit dan 8 peserta lainnya tidak dapat mengikuti kegiatan karena alasan tertentu.

Foto: MCH Kemenhaj

Materi pelatihan diarahkan pada penguatan kualitas layanan jemaah, mulai dari pemahaman kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi, peningkatan komunikasi pelayanan, simulasi operasional haji, hingga pendalaman pengetahuan dan keterampilan teknis yang dibutuhkan petugas di lapangan.

Hasil survei internal menunjukkan indeks performa petugas di Asrama Haji Pondok Gede melampaui angka 90 persen. Capaian ini mencerminkan kesiapan petugas serta orientasi pelayanan yang kuat dan terukur.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat memimpin upacara penutupan Diklat PPIH 2026. [Foto: MCH Kemenhaj]

Baca juga : Takut Disalahgunakan, Jaksa Ogah Berikan LHP BPKP Kasus Chromebook ke Nadiem

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara. Tugas ini, menurutnya, menyangkut kehormatan bangsa sekaligus kepercayaan umat.

"Penyelenggaraan haji adalah amanah negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat. Dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, diperlukan tata kelola yang tertib dan petugas yang sepenuhnya berorientasi pada pelayanan,” ujar Menhaj, Jumat (30/1/2026).

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memberikan keterangan kepada media, usai memimpin upacara penutupan Diklat PPIH 2026. [Foto: MCH Kemenhaj]

Dia menekankan pentingnya sikap sigap, disiplin, dan tanggung jawab bagi setiap petugas PPIH. Disiplin dan kesadaran dalam bertindak disebut sebagai fondasi utama agar pelayanan tetap berintegritas dan tidak kehilangan nilai pengabdian.

Baca juga : Whoosh Layani 6,2 Juta Penumpang di 2025, KCIC Perkuat Inovasi dan Layanan

"Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap layanan kepada jemaah adalah cerminan wajah negara,”katanya.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat mendampingi Menhaj di acara penutupan Diklat PPIH 2026. [Foto: MCH Kemenhaj].

Menhaj juga mengingatkan agar seluruh petugas menjunjung tinggi etika, integritas, serta komitmen menjaga nama baik Indonesia di mata internasional. Dengan dukungan doa dan keikhlasan keluarga, petugas diharapkan mampu menjalankan amanah secara tulus dan penuh tanggung jawab.

Melalui pelaksanaan diklat ini, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kesiapan PPIH sebagai garda terdepan pelayanan haji, demi memastikan setiap jemaah memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat sebagai wujud nyata kehadiran negara. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.