RM.id Rakyat Merdeka - Krisis energi akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran sudah terasa di sejumlah negara Asia. Pemerintah dan masyarakat di Filipina dan Korea Selatan (Korsel) mencari cara agar aktivitas harian tetap berjalan di tengah keterbatasan pasokan tersebut.
Di Filipina, ribuan pengemudi angkutan umum jeepney mogok kerja pada Kamis dan Jumat (26-27 Maret 2026). Mereka turun ke jalan menuntut Presiden Ferdinand Marcos Jr menekan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Akibatnya, ribuan pekerja di Quezon dan Manila Metro City terpaksa jalan kaki pulang ke rumah.
“Banyak pekerja yang berburu angkutan kosong. Semuanya penuh,” cuit seorang warga Filipina di X dengan akun Richie, Kamis (26/3/2026).
Baca juga : Pram: ASN Yang Bolos, Siap-siap Kena Sanksi
“Jalan utama Quezon City dipenuhi pekerja yang pusing mencari cara pulang ke rumah,” sahut netizen dengan akun Rachell Manuel. “Setidaknya mereka jadi lebih sehat,” celetuk akun Vamsi.
Naiknya harga BBM di Filipina tak lepas dari posisi negara itu sebagai pengimpor. Hampir seluruh kebutuhan BBM Filipina diimpor. Saat harga global naik, harga dalam negeri ikut melonjak. Nilai tukar peso yang melemah juga bisa memperparah kenaikan harga BBM.
Untuk menyiasati harga BBM yang melonjak, Marcos Jr telah meneken Republic Act (RA) 12316, Kamis (26/3/2026). Undang-Undang (UU) ini untuk menstabilkan harga BBM, menekan inflasi dan meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha.
Baca juga : Selangkah Lagi Ikut Piala Dunia, Tonali Gendong Italia
Dengan UU ini, Pemerintah dapat menangguhkan (suspend) pajak BBM jika harga minyak dunia melonjak dan mengurangi sebagian pajak pada produk minyak tertentu. UU ini berlaku fleksibel hingga 31 Desember 2028.
Di Korea Selatan (Korsel), masyarakat juga beradaptasi dengan kebiasaan baru menghadapi krisis energi. Pemerintah Negeri Ginseng meluncurkan kampanye hemat energi nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi durasi mandi. Dikutip dari New York Post, Kamis (26/3/2026), anjuran mandi lebih singkat untuk menekan penggunaan air panas dan listrik. Kebiasaan sederhana ini dinilai cukup efektif jika dilakukan secara massal.
Baca juga : F1 Emilia Romagna, Hamilton Waspadai Tekanan Verstappen
Warga juga didorong lebih sering memakai transportasi umum (transum) atau sepeda untuk perjalanan jarak dekat. Langkah ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi dari kendaraan pribadi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.