Dark/Light Mode

Harga BBM Di Negara Tetangga Melonjak

Alhamdulillah, Di Sini Masih Aman

Jumat, 27 Maret 2026 07:50 WIB
Ilustrasi, Harga BBM di Indonesia masih aman. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Ilustrasi, Harga BBM di Indonesia masih aman. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penutupan Selat Hormuz berdampak pada terganggunya pasokan dan melonjaknya harga minyak dunia. Akibatnya, harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara meroket. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Alhamdulillah, kondisi kita masih aman.

Mengutip Al Jazeera, penutupan Selat Hormuz berdampak besar terhadap distribusi minyak global. Pasalnya, selat yang berada di antara Iran dan Oman tersebut, menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia. 

Akibat gangguan tersebut, banyak negara yang bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah langsung mengalami krisis energi, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Harga BBM di wilayah ini pun melonjak tajam. 

Baca juga : Buntut Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kabais Mundur

Di Singapura, misalnya. Berdasarkan laman resmi SPBU Caltex, harga BBM jenis Premium 95 mencapai 3,43 dolar Singapura atau se kitar Rp 45.173 per liter (kurs Rp 13.172). Kemudian, harga Platinum 98 sebesar 4,16 dolar Singapura atau Rp 54.787 per liter.

Sementara itu, diesel dibanderol 3,73 dolar Singapura atau Rp 49.124 per liter. Adapun BBM jenis Regular 92 juga dijual 3,43 dolar Singapura atau Rp 45.173 per liter. 

Malaysia turut menyesuaikan harga BBM. Berdasarkan data Bernama, harga RON 97 dijual 5,15 ringgit Malaysia atau Rp 21.781 per liter (kurs Rp 4.229). Sementara RON 95 non-subsidi berada di level 3,87 ringgit Malaysia atau Rp 16.367 per liter. Untuk solar di Semenanjung Malaysia, harganya mencapai 5,52 ringgit Malaysia atau Rp 23.346 per liter. Adapun RON 95 bersubsidi tetap di harga 1,99 ringgit Malaysia atau Rp 8.416 per liter. 

Baca juga : Badiul Hadi: Ini Langkah Tepat Dan Berkeadilan

Kenaikan harga juga terjadi di Vietnam. Berdasarkan laporan CNA, harga BBM jenis RON 95 mencapai 33.840 dong atau sekitar Rp 21.708 per liter (kurs Rp 0,64). Sementara harga solar dipatok 39.660 dong atau Rp 25.351 per liter. 

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, pemerintah belum akan menaikkan harga BBM di tengah tekanan geopolitik global yang memicu kekhawatiran lonjakan harga energi di berbagai negara. Ia menegaskan, stabilitas harga energi tetap menjadi prioritas untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi berjalan normal. 

“Alhamdulillah, selama periode mudik dan arus balik Idulfitri tidak terjadi antrean berarti di SPBU. Kendaraan listrik dapat dilayani dengan baik melalui SPKLU, distribusi LPG berjalan lancar, serta pasokan solar juga terpenuhi,” ujar Bahlil saat kunjungan ke SPBU di Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/ 3/2026). 

Baca juga : Firman Soebagyo: Kebijakan Ini Sebaiknya Diikuti Pejabat Lainnya

Ia memastikan, harga BBM masih stabil meskipun dinamika global berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia. Menurut Bahlil, Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah terus mencari solusi agar kebijakan subsidi energi tetap mampu melindungi masyarakat di tengah ketidakpastian global. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.