Sebelumnya
Iran sebelumnya juga mengeluarkan ultimatum keras. Kapal yang melintas tanpa izin disebut akan ditargetkan. Selain itu, IRGC memperingatkan adanya ranjau laut di jalur tersebut dan meminta kapal mencari rute alternatif.
Sehari, 200 Orang Tewas Di Lebanon
Konflik Israel-Lebanon sendiri terus memanas. Sejak pecah awal Maret 2026, kawasan perbatasan berubah menjadi medan pertempuran.
Serangan Israel makin intensif, bahkan saat gencatan senjata AS-Iran mulai berlaku. Dalam satu hari, lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Baca juga : Komisi VIII Minta Stop Wacana War Tiket Haji
PBB mencatat, dalam sebulan terakhir sedikitnya 1.530 orang tewas, termasuk anak-anak. Lebih dari 1,1 juta warga atau hampir 20 persen populasi Lebanon terpaksa mengungsi.
Sistem kesehatan pun kolaps. Puluhan tenaga medis tewas, ratusan luka-luka, dan banyak fasilitas kesehatan terpaksa ditutup.
Pemerintah Lebanon telah melayangkan protes ke PBB atas serangan udara Israel yang menghantam Beirut, Tyre, dan Sidon. Perdana Menteri Nawaf Salam bahkan menetapkan hari berkabung nasional.
Baca juga : Silaturahmi Ke Tebuireng, Zulhas Kebut Pelaksanaan Program MBG Di Ponpes
Di tengah eskalasi, secercah harapan muncul. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan siap membuka negosiasi dengan Lebanon. Langkah ini diambil setelah dorongan dari Presiden AS Donald Trump untuk meredakan ketegangan.
Netanyahu mengaku telah menginstruksikan kabinetnya memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon, dengan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah.
Presiden Lebanon Joseph Aoun juga menegaskan, solusi terbaik adalah gencatan senjata yang diikuti negosiasi langsung.
Baca juga : Stabilitas Ekonomi Makin Terjaga, PAN Puji Diplomasi Prabowo
Rencananya, pertemuan akan difasilitasi pemerintah AS di Washington DC, pekan depan. Kedua pihak diharapkan bisa mencari jalan keluar dari konflik yang makin ruwet ini.
Media Israel melaporkan, Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk AS, akan mewakili Israel dalam pembicaraan dengan pihak Lebanon. “Kita bisa mengkonfirmasi, Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi pertemuan untuk mendiskusikan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Lebanon,” kata seorang pejabat AS, dilansir AFP, Jumat (10/4/2026). [FAQ/BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.