RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) kembali mengerahkan kapal induk ke kawasan Timur Tengah (Timteng). Di tengah eskalasi militer dan mandeknya jalur diplomasi, situasi ini membuat Timur Tengah (Timteng) makin membara.
Kapal induk AS, USS George H.W. Bush, dikabarkan telah tiba di kawasan tersebut. Kapal ini menjadi armada ketiga AS yang kini beroperasi di wilayah Timteng.
Dilansir AFP, Jumat (24/4/2026), kedatangan USS George H.W. Bush diumumkan Komando Pusat AS (CENTCOM) sehari sebelumnya. Dalam pernyataannya melalui media sosial X, CENTCOM menyebut kapal induk itu berlayar di Samudra Hindia dalam wilayah tanggung jawabnya.
CENTCOM juga menyertakan foto kapal induk kelas Nimitz tersebut, lengkap dengan jet tempur yang memenuhi dek. USS George H.W. Bush diketahui berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, Virginia, pada akhir Maret lalu.
Seperti lazimnya, kapal induk ini didampingi kelompok tempur laut dalam jumlah besar, termasuk kapal perusak USS Mahan dan USS Winston S. Churchill. Selain itu, lebih dari 4.000 pasukan AS dari Gugus Tugas Kapal Amfibi USS Boxer bersama Unit Ekspedisi Marinir ke-11 diperkirakan akan tiba di kawasan tersebut dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga : Perang Lawan Iran, Trump Janji Nggak Pencet Tombol Nuklir
Sementara itu, kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan telah kembali beroperasi di Laut Merah setelah sempat menjalani perbaikan akibat insiden kebakaran pada Maret lalu. Kapal induk terbesar di dunia ini kini kembali aktif dalam operasi militer AS di kawasan.
Kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln, juga dilaporkan berada di Laut Arab bagian utara. Penempatan kapal tersebut emperkuat kehadiran militer AS di wilayah yang kian tegang.
Pengerahan tiga kapal induk ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh serta kebuntuan perundingan damai antara AS dan Iran. Ketegangan juga meningkat seiring pembatasan Selat Hormuz oleh Iran dan langkah blokade yang dilakukan AS.
Presiden AS Donald Trump bahkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menindak tegas kapal-kapal yang diduga memasang ranjau di Selat Hormuz. “Tembak dan hancurkan kapal apa pun, meskipun kapal kecil. Jangan ada keraguan sedikit pun,” tulis Trump melalui platform Truth Social, dikutip Wall Street Journal, Kamis (23/4/2026).
Trump juga menginstruksikan peningkatan operasi penyisiran ranjau secara signifikan. Aktivitas unit penyapu ranjau disebut ditingkatkan hingga tiga kali lipat untuk mengamankan jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca juga : Ekonomi Januari–Maret Tumbuh Minimal 5,5%
Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Militer Iran menegaskan siap memberikan respons keras jika kembali terjadi agresi. “Pasukan kami telah siaga penuh dan siap bertindak kapan saja. Setiap agresi akan dibalas dengan kekuatan penuh,” ujar juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari.
Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali menegaskan, negaranya tidak akan mundur jika konflik pecah. Namun, ia menyebut Iran tetap membuka ruang dialog dengan syarat yang adil dan menjamin perdamaian berkelanjutan.
Iran sendiri dilaporkan masih mengandalkan “mosquito fleet” di Selat Hormuz, yakni armada kapal cepat berukuran kecil yang lincah. Dalam beberapa hari terakhir, kapal-kapal ini disebut terlibat dalam serangan terhadap tanker minyak di kawasan tersebut. Laporan terbaru menyebut tiga kapal tanker menjadi sasaran, dengan dua di antaranya dipaksa masuk ke perairan Iran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menyerukan, agar AS dan Iran kembali ke meja perundingan. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang menyebabkan hilangnya nyawa secara tidak adil harus dikutuk oleh dunia internasional.
“Mendesak Teheran dan Washington untuk melanjutkan negosiasi,” ujar Paus Leo XIV, dikutip dari Sky News, Jumat (24/4/2026).
Baca juga : 1 Dolar=17.300, Rupiah Makin Melemah
Rencana perundingan damai putaran kedua sendiri dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Trump menyebut peluang negosiasi masih terbuka dalam waktu dekat. “Negosiasi dalam tiga hari ini itu mungkin,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.