Sebelumnya
Senada, Dubes Tunisia Mohamad Trabelsi menilai, keberagaman bahasa di era digital justru menjadi nilai tambah. Generasi muda diimbau tak hanya mengandalkan bahasa Inggris.
“Penguasaan bahasa asing penting untuk pariwisata, pendidikan, teknologi, hingga bisnis,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Baca juga : Please, Stop Budaya Asal Atasan Senang
Sementara, Dubes Rumania Dan Adrian Bălănescu menegaskan komitmen negaranya mendukung Francophonie di Indonesia. Termasuk promosi budaya lewat pemutaran film.
Francophonie Week 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan di 9 kota, mulai Jakarta hingga Makassar, pada 20–26 April 2026. Tema yang diangkat pun beragam, dari Hari Kartini hingga pengembangan karier generasi muda.
Baca juga : Tara Basro, Capek Nggak Jadi Diri Sendiri
Pembukaan acara dimeriahkan konser “Avec le Temps” oleh musisi Tunisia Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari, serta pianis Indonesia Sri Hanuraga—menyuguhkan interpretasi baru lagu-lagu Prancis dengan sentuhan Arab dan Mediterania.
Penutupan gelaran diramaikan penampilan DJ dari Risky Rixx, dilanjutkan dengan hidangan prasmanan khas Prancis, yang menghadirkan suasana hangat untuk merayakan akhir pekan ini.
Baca juga : Arsenal Vs Newcastle United, Duel Tim Yang Tertekan
Sebagai informasi, Organisasi Francophonie (OIF) berdiri sejak 20 Maret 1970, menaungi negara-negara yang menggunakan bahasa Prancis, baik sebagai bahasa utama, kedua maupun budaya. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 25 April 2026 dengan judul "Francophonie Week 2026 Buka Gerbang Karier Global Bahasa Prancis Jadi ‘Paspor’ Baru Anak Muda Indonesia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.