BREAKING NEWS
 

Jemaah Haji Diimbau Jaga Fisik Jelang Wukuf

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Minggu, 10 Mei 2026 21:51 WIB
Kabid Bimbad Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Abdillah M. Thohir (ketiga kanan) dan Kasi Kesehatan, dr. Edi Supriyatna, MKK (kanan) . [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Muhammad Rusmadi dari Media Center Haji, Makkah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan edukasi kepada jemaah menjelang puncak ibadah haji di Arafah. Salah satu upaya dilakukan melalui kegiatan visitasi dan edukasi kepada jemaah yang menempati Tower Al-Hidayah, Makkah, Minggu (10/5/2026).

Kepala Bidang Layanan Bimbingan Ibadah, Abdillah M Thohir mengatakan, kegiatan tersebut menyasar jemaah kelompok terbang BDJ 1 dan BDJ 3. Dalam kegiatan itu, PPIH menggandeng sejumlah layanan untuk memastikan kesiapan jemaah menghadapi fase puncak haji.

Para petugas haji pemateri kegiatan edukasi dan bimbingan manasik haji serta senam peregangan, kolaborasi antara Tim Bimbad, dokter dan Layanan Disabilitas berfoto bersama usai kegiatan pada Minggu (10/5/2026) di Makkah. [Foto: Rusma/RM.id]

“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan visitasi dan edukasi kepada jemaah BDJ 1 dan BDJ 3 yang berada di Tower Al-Hidayah. Jemaah tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan alhamdulillah sehat-sehat serta ceria,” kata Abdillah.

Baca juga : Arus Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Masuk Makkah

Dia menjelaskan, kegiatan edukasi tidak hanya berfokus pada pembinaan manasik haji, tetapi juga penguatan kesiapan fisik jemaah. Menurut dia, kondisi kesehatan menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah wukuf dengan baik.

Edukasi kesehatan oleh tim dokter terus diberikan untuk para jemaah haji. [Foto:Rusma/RM.id].

Dalam kegiatan tersebut, layanan kesehatan, layanan lansia dan disabilitas, serta layanan pembimbing ibadah turut dilibatkan. Sinergi antarlayanan itu dilakukan agar jemaah memperoleh pendampingan secara menyeluruh. Abdillah mengatakan, jemaah juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga stamina menjelang puncak haji pada 9 Zulhijah di Arafah.

“Tujuan utama Bapak dan Ibu hadir di sini adalah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Karena itu, silakan menjalankan ibadah sunnah, tetapi jangan sampai memforsir diri,” ujar dia.

Jemaah haji perempuan tampak antusias mengikuti senam peregangan, sebagai bagian persiapan menuju puncak ibadah haji yang memerlukan kondisi fisik yang prima. [Foto: Rusma/RM.id]
Adsense

Menurut Abdillah, sebagian jemaah yang baru tiba di Makkah melalui Jeddah masih diliputi euforia menjalankan ibadah umrah berkali-kali. Kondisi itu dinilai wajar karena banyak jemaah telah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.

Meski demikian, dia mengingatkan agar jemaah tetap mengutamakan kesehatan dan beristirahat cukup setelah perjalanan panjang dari Indonesia sebelum melaksanakan umrah wajib. Dia juga meminta jemaah tidak memaksakan diri menuju Masjidil Haram pada waktu-waktu padat.

Baca juga : Cek Layanan Haji Di Juanda, Gibran Pastikan Keberangkatan Jemaah Aman & Lancar

Sebagai alternatif, jemaah dapat memanfaatkan fasilitas masjid dan musala yang tersedia di sekitar hotel. “Gunakan fasilitas-fasilitas masjid yang ada di sekitar hotel, termasuk musala-musala yang kami siapkan di hotel. Ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga ketahanan fisik,” kata Abdillah.

Jemaah laki-laki juga tak kalah antusias mengikuti senam peregangan. [Foto: Rusma/RM.id]

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, dr Edi Supriyatna mengatakan, tren keluhan kesehatan jemaah gelombang kedua masih didominasi penyakit bawaan dari Indonesia.

“Tren penyakit jemaah yang baru datang adalah penyakit komorbid yang sudah ada di Indonesia, seperti darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes,” ujar Edi di Mushala Tower 4 Hotel Al-Hidayah, Makkah.

Menurut dia, penyakit-penyakit tersebut dapat kambuh apabila tidak dikendalikan dengan baik selama berada di Arab Saudi. Adapun jemaah gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah, lanjut Edi, mulai menghadapi gangguan kesehatan akibat faktor cuaca dan kelelahan selama beraktivitas.

Selain materi senam peregangan, kegiatan ini juga diisi dengan materi kesehatan dan bimbingan ibadah. [Foto: Rusma/RM.id]

Dia menjelaskan, kondisi kurang cairan atau dehidrasi juga menjadi salah satu keluhan yang banyak dialami jemaah, terutama mereka yang terlalu memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah.

Baca juga : Prioritaskan Kesehatan, Jemaah Diimbau Tak Memaksakan Arbain

“Kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik,” kata dia.

Karena itu, Edi meminta jemaah menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi fisik masing-masing. Dia berharap jemaah dapat menjaga stamina agar tetap prima hingga pelaksanaan wukuf dan rangkaian puncak ibadah haji selesai. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense