Dark/Light Mode

Di Tengah Volatilitas

BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Rabu, 15 April 2026 06:30 WIB
Di Tengah Volatilitas BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Eskalasi konflik di Timur Tengah turut mendorong tekanan pada pasar keuangan, pergerakan harga komoditas, serta perdagangan internasional. Hal ini memicu volatilitas (naik turunnya suatu aset secara drastis) global.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat menyampaikan pidato kunci dalam seminar bertajuk “Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global” di Jakarta, Senin (13/4/2026).

“Dinamika global mendorong meningkatnya tekanan di pasar keuangan dan nilai tukar,” ujar Destry dalam keterangan resmi BI, Selasa (14/4/2026).

Baca juga : 2030, Jakarta Ditargetkan Keluar Dari Krisis Sampah

Menurutnya, kondisi saat ini merupakan situasi yang tidak biasa, sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan yang konsisten dan terukur, guna menjaga ketahanan ekonomi domestik.

Di tengah kondisi tersebut, BI mengoptimalkan seluruh instrumen moneter secara terukur, berkelanjutan, dan tepat waktu.

Langkah itu dilakukan melalui penguatan intervensi di pasar luar negeri melalui Non-Deliverable Forward (NDF), serta intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Bauran kebijakan tersebut didukung oleh kecukupan cadangan devisa Indonesia yang pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.540 triliun,” jelas Destry.

Baca juga : Bayern Munchen Vs Real Madrid, Pemenang Paling Pede

Dia mengatakan, Pemerintah juga memberikan ruang yang memadai bagi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta ketahanan sektor eksternal.

Chief Economist BCA David Sumual menilai, stabilitas rupiah tidak hanya dilihat dari level nilai tukar, tapi juga dari stabilitas volatilitasnya.

“Stabilitas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keyakinan investor dan pelaku usaha,” ujar David.

Sejalan dengan langkah stabilisasi BI, Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad mengatakan, Pemerintah terus menjaga kepercayaan pasar melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang prudent dan terukur.

Baca juga : Rookie Of The Year 2025 Moto2, Daniel Holgado Dijagokan Masuk Kelas Utama

Sedangkan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar, untuk meredam risiko inflasi dari potensi kenaikan harga energi dan pangan.

Faisal juga mengapresiasi langkah stabilisasi BI yang dilakukan secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 15 April 2026 dengan judul "Di Tengah Volatilitas BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.