RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus bergerak cepat memastikan kesiapan sarana dan prasarana di Arafah menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Peninjauan lapangan dilakukan secara mendalam di kawasan tenda yang dikelola oleh Syarikah Al Bait Guest atau Dhuyuf Al-Bait. Lokasi ini direncanakan akan menjadi tempat bernaung bagi sekitar 103 ribu jemaah haji asal Indonesia saat pelaksanaan wukuf nanti.
Dirjen Pelayanan Haji Kemenag, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, turun langsung memimpin inspeksi tersebut pada Sabtu (9/5/2026). Bersama tim Media Center Haji (MCH), dia menyisir setiap sudut area untuk melihat sejauh mana kesiapan infrastruktur yang ada.
Baca juga : Aji Muhawarman: Nakes Dan RS Rujukan Sudah Kami Siapkan
"Kami sudah mengecek secara mendetail kondisi tenda, ketersediaan kamar mandi, serta beberapa titik krusial lainnya yang akan digunakan oleh jemaah," ujarnya, di sela-sela peninjauan tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, dia mengakui bahwa sejumlah fasilitas penunjang saat inimasih dalam tahap penyelesai an akhir atau finishing. Meski demikian, progres pembangunan terus berjalan secara masif di bawah pengawasan ketat.
Pihak penyedia layanan atau syarikah telah memberikan komitmen penuh kepada Pemerintah Indonesia bahwa seluruh pengerjaan akan rampung dalam waktu dekat. Mereka menjanjikan seluruh kesiapan fasilitas akan mencapai 100 persen dalam lima hari ke depan.
Ian Heryawan menjelaskan, setiap tenda memiliki luas sekitar 300 meter persegi dan diproyeksikan dapat menampung sekitar 238 tempat tidur. Dia memastikan, perhitungan kapasitas tersebut sudah memadai untuk menampung jemaah tanpa mengurangi kenyamanan.
Pemerintah memiliki visi besar untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dengan tertib. Fokus utamanya, agar para tamu Allah tersebut dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan suasana yang tenang, nyaman, dan khidmat.
Baca juga : Masdalina Pane: Segera Investigasi Pada Kasus Positif
Sebagai langkah antisipasi kerancuan saat penempatan, setiap tenda nantinya akan dilengkapi dengan label informasi yang sangat detail. Informasi tersebut mencakup kapasitas maksimal tenda, daftar nomor kloter, hingga nama-nama jemaah yang berhak menempati tenda tersebut.
Mengenai mekanisme pengisian, Ian memaparkan, satu tenda tidak selalu bisa menampung satu kloter secara utuh. Hal ini disebabkan oleh variasi jumlah anggota dalam satu kloter yang berkisar antara 360 hingga 390 jemaah.
Karena itu, penempatan akan diatur secara fleksibel namun tetap mengedepankan asas kedekatan geografis kloter. Dia menjamin, pemisahan antaranggota kloter tidak akan berjauhan, sehingga memudahkan koordinasi para petugas di lapangan.
Perhatian khusus juga diberikan oleh Pemerintah kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Fasilitas sanitasi seperti kamar mandi dan toilet didesain khusus agar ramah bagi mereka, demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama di Arafah.
Mengenai kebutuhan vital seperti air bersih, aliran air terpantau sudah berfungsi di beberapa titik, meskipun belum merata secara keseluruhan. Pemerintah akan terus memastikan, agar distribusi air lancar sebelum jemaah tiba di lokasi.
Baca juga : DPR Minta Evaluasi Batas 30% Belanja Pegawai Di Daerah
Dia menegaskan, tim dari Kantor Urusan Haji (KUH) dan seluruh petugas daerah kerja akan melakukan pengecekan ulang secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas yang disiapkan benar-benar sesuai dengan realita dan bukan sekadar tampilan visual semata.
"Setiap tenda akan disandingkan datanya dengan jumlah jemaah yang masuk. Kami harus memastikan tidak ada satu pun jemaah yang kehilangan haknya atas tenda pada hari H nanti," pungkas dia dengan tegas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.