Dark/Light Mode

Jadi Operator Pipa Transmisi Cisem II

Pertagas Siap Pasok Gas Bumi Ke Industri Strategis

Senin, 11 Mei 2026 06:30 WIB
Pertagas mengintegrasikan jaringan Pipa Cisem II untuk memperkuat kebutuhan industri dan berbagai sektor lain di Pulau Jawa. (Foto: Dok. Pertagas)
Pertagas mengintegrasikan jaringan Pipa Cisem II untuk memperkuat kebutuhan industri dan berbagai sektor lain di Pulau Jawa. (Foto: Dok. Pertagas)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Gas (Pertagas) telah ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II). Pengoperasian jaringan transmisi ini tidak hanya untuk menopang sektor strategis, namun juga mendukung pengembangan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

Pertagas bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero) menegaskan siap mengalirkan gas bumi ke sektor strategis, seperti kilang, pupuk dan pembangkit listrik melalui Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cisem II. 

Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring mengatakan, pihaknya ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cisem II setelah memenangkan tender yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Lemigas. 

Pipa tersebut merupakan bagian dari jaringan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem). Sebelumnya, ruas Semarang-Batang (Cisem I) telah lebih dulu beroperasi dan dikelola Pertagas sejak 2023. 

Baca juga : Industri Fesyen Dan Kriya Punya Daya Saing Kuat

Melalui pengoperasian Cisem II, kata Indra, penyaluran energi bersih diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lain di Pulau Jawa. 

“Pengoperasian Cisem II diharapkan memberikan nilai tambah bagi sektor hulu migas (minyak gas) dan yang terpenting mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026). 

Lebih lanjut disampaikannya, Pipa Cisem II merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang mengintegrasikan infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia. 

Menurutnya, keberadaan sumur gas bumi yang lokasinya berjauhan dengan pusat pengguna kini mulai terhubung melalui jaringan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang dan Pipa Transmisi Gresik-Semarang. 

Baca juga : Isu Sanitasi & Sampah Jadi PR Pemprov DKI

“Pipa Cisem II sepanjang kurang lebih 242 kilometer (km) ini menjadi game changer, karena terhubung dengan infrastruktur existing Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga memperkuat keandalan penyaluran di infrastruktur energi di Pulau Jawa,” bebernya. 

Di kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo menambahkan, saat ini jaringan Pipa Cisem II sudah terintegrasi dengan Ruas Pipa Cisem I di Kawasan Industri Batang (KITB), Jawa Tengah, yang dioperasikan Pertagas dan Stasiun Kandang Haur Timur (KHT) milik Pertagas di wilayah Jawa Barat. 

“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang saling terhubung, sehingga memberikan fleksibilitas operasi dan meningkatkan keandalan infrastruktur gas bumi,” kata Agung. 

Agung menekankan, integrasi Pipa Cisem II dengan jaringan transmisi gas nasional tidak hanya memperkuat pasokan energi bagi sektor strategis. Tetapi juga mendukung program Pemerintah dalam pengembangan jaringan gas rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang jalur pipa. 

Baca juga : Arne Slot Anteng Disoraki Publik Anfield

“Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tukasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.