BREAKING NEWS
 

Persiapan Puncak Haji Capai 90 Persen

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Jumat, 15 Mei 2026 07:20 WIB
Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah, Ian Heriyawan. (Foto: MCH 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah

Direktor Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan kesiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026. 

Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah, Ian Heriyawan mengatakan, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung ibadah haji berjalan sesuai rencana, terutama transportasi dan kesiapan tenda jemaah. 

"Kami bersama Irjen Kemenag dan jajaran melakukan pengecekan langsung kesiapan sarana transportasi bus dalam mendukung pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah, kemudian dari Arafah ke Muzdalifah hingga Mina,” ujarnya, di Arafah, Kamis (14/5/2026). 

Menurut Ian, Pemerintah juga telah memeriksa armada bus yang akan digunakan saat fase puncak haji. Dari hasil pengecekan sementara, sekitar 25 persen armada telah diperiksa secara langsung di lapangan. 

Dia menjelaskan, kondisi bus dinilai cukup baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan otoritas Arab Saudi. Setiap bus nantinya hanya akan diisi maksimal 47 orang demi menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan. 

Selain transportasi, Kemenhaj turut mengecek kesiapan tenda di kawasan Armuzna, termasuk fasilitas kesehatan yang akan digunakan untuk melayani jemaah selama menjalani wukuf dan mabit. 

Baca juga : Bambang Rukminto: Jalan Tengah Untuk Akomodir Semua Pihak

Salah satu tenda kesehatan yang ditinjau memiliki luas sekitar 375 meter persegi. Tenda tersebut disiapkan sebagai pusat layanan kesehatan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis selama berada di Arafah. 

Ian mengatakan, secara umum kesiapan tenda di Armuzna telah mencapai lebih dari 90 persen. Meski demikian, Pemerintah masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kapasitas tenda benar-benar memadai bagi seluruh jemaah Indonesia.

"Besok kami pastikan kembali karena setiap tenda akan diberi label sesuai kelompok terbang. Kami ingin memastikan kapasitasnya cukup dan penempatan jemaah berjalan tertib,” katanya. 

Ian menjelaskan, pengaturan penempatan jemaah dilakukan berdasarkan kloter agar memudahkan koordinasi selama pelaksanaan ibadah di Armuzna. Namun dalam kondisi tertentu, satu kloter dimungkinkan terbagi ke beberapa tenda menyesuaikan kapasitas yang tersedia. 

Dari hasil peninjauan sementara, Ian menilai kondisi tenda dan fasilitas pendukung tahun ini jauh lebih baik dibanding musim haji sebelumnya. Pemerintah juga memastikan seluruh syarikah atau perusahaan layanan haji mendukung penuh kebutuhan jemaah Indonesia. 

Adsense

"Kami bersyukur kondisi di lapangan cukup kondusif dan syarikah sangat mendukung. Tetapi kami tidak ingin hanya menerima laporan. Semua harus dicek kembali agar hak-hak jemaah benar-benar terpenuhi,” ujarnya. 

Kemenhaj juga menyiapkan sistem koordinasi layanan melalui 61 markaz atau pos pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di kawasan Armuzna. 

Baca juga : Rudianto Lallo: Desain Ini Menjaga Objektivitas Lembaga

Setiap markaz nantinya dipimpin seorang koordinator yang dibantu tim pengawas transportasi, pengawas konsumsi, serta petugas pendukung masyair. 

Tim ini akan menjadi penghubung antara petugas Indonesia, syarikah, dan Kementerian Haji Arab Saudi. 

Ian mengatakan, koordinasi antartim menjadi hal penting untuk mengantisipasi berbagai persoalan di lapangan, termasuk potensi keterlambatan bus saat perpindahan jemaah. 

Pemerintah memperkirakan, waktu tempuh bus dari Makkah menuju Arafah berkisar 25 hingga 30 menit. Namun kondisi tersebut tetap bergantung pada situasi lalu lintas selama operasional puncak haji berlangsung. 

"Kami sudah melakukan mitigasi apabila terjadi kemacetan, terutama saat pergerakan dari Muzdalifah ke Mina yang biasanya menjadi titik paling padat,” katanya. 

Selain fasilitas umum, Pemerintah juga memastikan sarana penunjang seperti toilet, tempat wudhu, hingga area shalat tersedia di setiap markaz. Sebagian besar fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) disebut telah diperbarui dan dalam kondisi baik. 

Fasilitas bagi jemaah penyandang disabilitas juga disiapkan di kawasan Armuzna. Ian memastikan, akses layanan bagi kelompok rentan menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini. 

Baca juga : Timwas Haji Mulai Kerja

Tak hanya itu, Pemerintah turut menyiapkan petugas khusus mitigasi untuk membantu pengawasan jemaah yang memiliki mobilitas tinggi, terutama di sekitar Jabal Rahmah dan titik keramaian lainnya. 

Sebanyak 20 petugas telah mendapatkan pelatihan sejak di Tanah Air guna membantu pendataan dan pencegahan jemaah tersesat selama berada di Armuzna. 

Ian berharap, seluruh keluarga jemaah di Indonesia tidak perlu khawatir terhadap kondisi pelaksanaan haji tahun ini. Dia memastikan, Pemerintah terus berupaya memberikan layanan terbaik demi kenyamanan dan keamanan jemaah. 

"Kami berharap jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan tenang, nyaman, dan khusyuk. Dukungan doa dari keluarga di Tanah Air sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense