Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jumlah Nasabah Tabungan Haji Melonjak
BSI Kuartal I Kantongi Laba Bersih 2,2 Triliun
Jumat, 15 Mei 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen (year on year/yoy) hingga kuartal I-2026.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, capaian kinerja tersebut hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana, penjagaan kualitas pembiayaan, dan pertumbuhan pendapatan berbasis fee, terutama dari bisnis emas.
Sektor pembiayaan BSI, papar Anggoro, nilainya mencapai Rp 329 triliun atau tumbuh double digit, yaitu 14,39 persen yoy, dengan fokus pembiayaan Konsumer.
Secara kualitas, pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8 persen atau membaik dari 1,88 persen periode sebelumnya.
Adapun NPF nett di sekitar 0,38 persen. Mayoritas pembiayaan (72,37 persen) didistribusikan pada segmen Konsumer dan Ritel. Sisanya 27,63 persen ke segmen wholesale.
Baca juga : Menperin: Job Creation Lebih Besar Dibanding PHK
Tak hanya itu, yang paling signifikan, BSI mencatatkan pertumbuhan tabungan tertinggi.
Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 1,2 juta merupakan generasi muda (Milenial dan Gen-Z).
Pertumbuhan Tabungan Haji mengantarkan BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger.
“Sekaligus menunjukkan dual license bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan,” kata Anggoro dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal I-2026, Selasa (12/5/2026).
Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta. Dan khusus pada tiga bulan pertama tahun ini, jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta.
Baca juga : Cegah Penyebaran Hantavirus, Warga Diimbau Waspada & Proaktif Tes Kesehatan
Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada triwulan I-2026 tumbuh 18 persen yoy, menjadi Rp 376,8 triliun.
Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (Current Account Saving Account/CASA), di mana Giro naik 24,17 persen yoy menjadi Rp 71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18 persen yoy menjadi Rp 164,5 triliun. Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen yoy menjadi Rp 236,2 triliun.
“Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” ucapnya.
Anggoro mengatakan, BSI fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis. Sebagai bank syariah dengan status Persero, BSI berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji.
Data BSI menunjukkan, animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak. Pada 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu dan naik menjadi 422,3 ribu pada 2025.
Baca juga : Chivu Bawa Inter Raih Gelar Ganda, Si Ular Besar Melilit Italia
BSI menunjukkan dominasinya di dalam pendaftaran tabungan haji nasional, dengan peningkatan market share semula 49,5 persen pada 2023 menjadi 53,6 persen pada 2025. Dari 422,3 ribu pendaftar haji tersebut, sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI.
“Untuk fase keberangkatan pun BSI mendominasi. Pada 2026 sebesar 83,5 persen dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat BSI,” ujarnya.
Dikatakan Anggoro, pendaftar haji melalui BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform Byond by BSI, serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya