RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tampil mesra dalam pertemuan di Beijing. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir terjadi rivalitas antara AS-China, Trump memastikan dirinya berteman baik dengan Jinping.
Trump tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menggunakan Air Force One, Rabu (13/5/2026) malam waktu setempat. Mengenakan jas gelap dan mengepalkan tangan ke arah penyambut, Trump turun dari tangga pesawat bersama rombongannya.
Di belakang Trump tampak sejumlah pengusaha teknologi dan industri ternama Amerika Serikat. Mulai dari bos Tesla Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, hingga sejumlah taipan bisnis lainnya.
Kedatangan Trump dan rombongan disambut karpet merah serta ratusan pemuda China berseragam putih yang melambaikan bendera kecil AS dan China. Dari bandara, Trump langsung menuju Great Hall of the People untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi bersama Presiden Xi Jinping.
Baca juga : Pemerintah Gerak Cepat Stabilkan Harga Telur Dan Minyak Goreng
Setibanya di Aula Besar Rakyat, Trump disambut langsung Jinping. Keduanya berjabat tangan dan berjalan beriringan di atas karpet merah sambil berbincang hangat. Di belakang Trump turut mendampingi Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Band militer China memainkan lagu kebangsaan AS, The Star-Spangled Banner, disusul lagu kebangsaan China dengan iringan tembakan meriam kehormatan. Ratusan pelajar berseragam cerah turut memeriahkan penyambutan dengan mengibarkan bendera kedua negara.
Dalam sesi wawancara bersama usai pertemuan, Trump menunjukkan optimisme terhadap hubungan Washington-Beijing.
"Suatu kehormatan bersama dan menjadi teman Anda. Hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita memiliki hubungan yang fantastis. Kita tetap akur ketika ada kesulitan," kata Trump bersama Jinping, dikutip dari Reuters, Kamis (14/5/2026).
Baca juga : Persiapan Puncak Haji Capai 90 Persen
Trump juga berulang kali memuji Jinping dalam kepemimpinannya membangun China. "Saya sangat menghormati China dan atas pekerjaan yang telah Anda lakukan. Anda seorang pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar," puji Trump.
Menurut Trump, hubungan personal dirinya dengan Jinping selama ini menjadi kunci menjaga komunikasi kedua negara tetap terbuka di tengah berbagai ketegangan geopolitik. "Saya akan menelepon Anda, dan Anda akan menelepon saya, dan setiap kali kita memiliki masalah, kita menyelesaikannya dengan sangat cepat," ujar Trump.
Jinping pun menegaskan China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan lawan. Ia menyambut baik kedatangan Trump ke Beijing.
"Hubungan China-AS yang stabil adalah anugerah bagi dunia. Kerja sama menguntungkan kedua belah pihak. Konfrontasi merugikan keduanya. Kita seharusnya menjadi mitra dan bukan rival," kata Jinping.
Baca juga : Bambang Rukminto: Jalan Tengah Untuk Akomodir Semua Pihak
Meski suasana terlihat hangat, Jinping tetap menyinggung isu sensitif Taiwan. Ia mengingatkan potensi konflik besar jika persoalan tersebut tidak dikelola secara hati-hati.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.