BREAKING NEWS
 

Gedung Putih Diberondong Peluru, Trump Selamat Lagi

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 25 Mei 2026 07:40 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum berakhir. Gedung Putih tempat Trump berkantor, diberondong peluru. Berkat kesigapan Secret Service, pelaku berhasil dilumpuhkan dan Trump selamat lagi. 

Peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu (23/5/2026) malam. Tepatnya di sekitar halaman utara kompleks Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower. 

Seorang pria awalnya mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks, lalu mendadak melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service. Seorang turis asal Kanada, Reid Adrian, mengaku berada tidak jauh dari lokasi saat kejadian berlangsung. Kepada AFP, dia mengaku mendengar sekitar 20 hingga 25 suara tembakan yang awalnya dikira suara kembang api. Situasi berubah mencekam setelah orang-orang mulai berlarian menyelamatkan diri.

Kepanikan juga terjadi di kalangan jurnalis yang tengah bertugas di halaman utara Gedung Putih. Mereka diperintahkan segera berlindung di ruang konferensi pers. Koresponden ABC News, Selina Wang, sempat merekam suasana menegangkan tersebut dan mengikuti instruksi untuk merunduk ke tanah. 

"Kedengarannya seperti puluhan tembakan," tulis Wang melalui platform X. 

Baca juga : Istitha’ah Ketat Tekan Jemaah Dirawat Saat Haji

Agen Secret Service langsung merespons dengan tembakan balasan ke arah pelaku. Pelaku berhasil dilumpuhkan sebelum sempat menembus perimeter utama pertahanan Gedung Putih. Sempat dalam kondisi kritis, pelaku akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. 

"Selama penembakan, seorang warga sipil terkena tembakan. Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya," kata Kepala Komunikasi Secret Service AS, Anthony Guglielmi, dikutip dari CNN International, Minggu (24/5/2026). 

Saat insiden terjadi, Presiden Trump diketahui tengah berada di kantornya untuk membahas negosiasi terkait kesepakatan dengan Iran. Secret Service memastikan, insiden tersebut tidak berdampak terhadap keselamatan maupun aktivitas Presiden. 

"Personel Secret Service tidak ada yang terluka dan Presiden Donald Trump tidak terpengaruh," kata juru bicara Secret Service. 

Adsense

Usai insiden, akses menuju Gedung Putih langsung ditutup. Pasukan Garda Nasional bahkan menghalau reporter AFP yang hendak memasuki area di pusat Kota Washington tersebut. 

Baca juga : Abdul Aziz: Penanganan Kesehatan Mental Sudah Responsif

"FBI berada di lokasi kejadian dan mendukung Dinas Rahasia merespons penembakan di dekat halaman Gedung Putih," ujar Direktur FBI Kash Patel. 

Pelaku kemudian diidentifikasi sebagai Nasire Best (21). Dilansir BBC, Minggu (24/5/2026), pria tersebut pernah ditangkap Secret Service pada Juli 2025 setelah mencoba masuk ke Gedung Putih. Saat itu, Best sempat menjalani perawatan psikiatri karena diduga mengalami gangguan kesehatan mental. 

Merespons insiden tersebut, Trump menyampaikan apresiasi kepada petugas Secret Service melalui akun Truth Social. Dia menyebut pelaku memiliki riwayat kekerasan dan obsesi terhadap Gedung Putih. 

"Terima kasih kepada Secret Service dan aparat penegak hukum yang hebat atas tindakan cepat dan profesional malam ini terhadap pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga bagi negara kita," tulis Trump. 

Insiden ini menambah daftar panjang ancaman pembunuhan terhadap Trump. Sebelumnya, saat menghadiri gala dinner White House Correspondents Dinner di Hotel Hilton Washington DC pada Sabtu (25/4/2026), Trump sempat dievakuasi akibat penembakan di luar ballroom lokasi acara. 

Baca juga : August Hamonangan: Pemprov DKI Belum Beri Perhatian Serius

Saat kampanye Pilpres AS 2024, Trump bahkan dua kali menghadapi percobaan pembunuhan. Pada Juli 2024, Thomas Matthew Crooks (20) melepaskan tembakan saat kampanye Trump di Butler, Pennsylvania. Peluru mengenai telinga kanan Trump sebelum dia diamankan agen Secret Service. Insiden itu menewaskan satu peserta dan melukai dua lainnya. 

Pembunuhan selanjutnya terjadi 2 bulan kemudian di West Palm Beach, Florida. Ryan Routh membawa senapan saat Trump bermain golf di lapangan pribadinya. Pelaku berhasil dilumpuhkan dan kemudian ditangkap. 

Pada Juli 2024, seorang warga Pakistan juga ditangkap karena diduga terlibat rencana pembunuhan bayaran atas nama Korps Garda Revolusi Iran yang menargetkan Trump. Di tahun yang sama, seorang warga Iran didakwa merencanakan pembunuhan terhadap warga AS dan disebut menerima instruksi untuk membunuh Trump. 

Terbaru, Februari 2026, agen Secret Service menembak mati pria bersenjata yang membawa senapan dan tabung gas ke Mar-a-Lago saat Trump berada di Washington. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense