BREAKING NEWS
 

Pemulangan Haji Berjalan, Kuota 2027 Disorot

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 2 Juni 2026 08:27 WIB
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 1) meninggalkan hotel di Makkah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026), untuk bertolak ke Jeddah dan terbang kembali ke Tanah Air. (Foto: MCH 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi dari Media Center Haji, Makkah

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi dimulai. Ribuan jemaah mulai diberangkatkan dari pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, untuk selanjutnya diterbangkan ke Tanah Air.

Kloter pertama yang mengawali proses kepulangan berasal dari Embarkasi Batam (BTH) 01. Rombongan tersebut dijadwalkan lepas landas menuju Indonesia pada Senin (1/6/2026) pukul 03.00 Waktu Arab Saudi.

Prosesi pelepasan jemaah dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, didampingi Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal.

Ihsan mengatakan, sebanyak 445 jemaah tergabung dalam Kloter BTH 01. Secara keseluruhan, pada hari pertama pemulangan terdapat 17 kloter yang akan kembali ke Indonesia dengan total 6.798 jemaah.

Menurutnya, kondisi jemaah yang akan pulang umumnya dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

Baca juga : Guyub Di Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo-Megawati Gandengan Tangan

“Alhamdulillah, tadi kami melihat para jemaah merasa bangga, senang, sehat, dan tentu semuanya sudah rindu Tanah Air, rindu keluarga, serta rindu rumah,” ujarnya seusai melepas keberangkatan jemaah di Hotel Safa Almurjan, Makkah, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, pemulangan tahap awal ini diperuntukkan bagi jemaah gelombang pertama yang sejak awal tiba di Arab Saudi melalui Bandara Madinah.

Sementara itu, jemaah gelombang kedua akan mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026. Mereka akan menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari di Kota Nabawi sebelum dipulangkan ke Indonesia secara bertahap mulai 16 Juni hingga 30 Juni 2026.

Selama berada di Madinah, jemaah akan memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, serta mengunjungi Raudhah.

Ihsan mengimbau jemaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengalaman spiritual sebelum kembali ke Tanah Air.

Adsense

“Jemaah gelombang kedua bisa memanfaatkan waktu sebelum kepulangan dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah. Mereka dapat memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berziarah, maupun mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah,” katanya.

Baca juga : Harapan Presiden, Ekonomi Tumbuh & Merata

Di tengah dimulainya fase pemulangan jemaah haji 2026, Pemerintah juga mulai menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum secara resmi mengumumkan pembagian kuota haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi kepada masing-masing negara.

Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah telah menerima sinyal awal terkait besaran kuota yang kemungkinan akan diberikan kepada Indonesia.

“Kuota haji belum disampaikan secara resmi. Namun dalam dokumen yang kami terima disebutkan agar mempersiapkan nama-nama jemaah sesuai data dan angka kuota tahun berjalan,” ujar Irfan Yusuf kepada Media Center Haji, di Makkah, Minggu (31/5/2026).

Atas dasar itu, Kementerian Haji dan Umrah menggunakan kuota haji tahun 2026 sebagai acuan awal penyelenggaraan haji tahun depan, yakni sebanyak 221.000 jemaah.

Menurutnya, kuota tersebut diperkirakan tidak akan berkurang. Bahkan, terdapat peluang Indonesia memperoleh tambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga : Rendy Umboh: Banyak Caleg Dipilih Karena Relasi Keluarga

“Pedomannya masih menggunakan angka saat ini dan insya Allah tidak akan berkurang. Bahkan ada kemungkinan muncul tambahan kuota,” katanya.

Irfan menegaskan, secara teknis Indonesia siap apabila memperoleh tambahan kuota haji. Infrastruktur penyelenggaraan dan pengalaman pelayanan dinilai cukup untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jemaah.

Namun demikian, menurutnya, aspek pembiayaan tetap menjadi pertimbangan penting dalam menerima tambahan kuota tersebut.

“Secara teknis, apabila ada tambahan kuota, insya Allah kami siap. Namun yang menjadi pertimbangan juga adalah aspek keuangan. Apakah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) siap atau tidak, itu menjadi salah satu pertimbangan utama,” ujarnya.

Dengan dimulainya fase pemulangan jemaah gelombang pertama sekaligus persiapan awal penyelenggaraan haji 2027, Pemerintah berharap pelayanan haji Indonesia dapat terus ditingkatkan agar semakin memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah pada tahun-tahun mendatang. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense