Dark/Light Mode

Belum Lolos Standar

Dua Ribu Dapur MBG Masih Di-suspend BGN

Selasa, 2 Juni 2026 07:00 WIB
Belum Lolos Standar Dua Ribu Dapur MBG Masih Di-suspend BGN

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) masih menghentikan sementara operasional 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Ribuan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu belum lolos standar manajemen, bangunan, hingga keamanan pangan sesuai petunjuk teknis Pemerintah.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang menerangkan, keputusan suspend dilakukan setelah BGN menerima banyak laporan dari masyarakat, pejabat daerah, hasil inspeksi mendadak, hingga temuan kasus gangguan kesehatan penerima manfaat.

“Dari total 27.208 SPPG yang beroperasi, sebanyak 8.182 sudah pernah disuspend,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Senin (1/6/2026).

Nanik menjelaskan, dari total 8.182 SPPG yang pernah disuspend, sebanyak 5.659 dapur MBG sudah kembali beroperasi setelah memperbaiki kekurangan. Sisanya, sebanyak 2.213 SPPG masih belum diizinkan berjalan karena belum memenuhi standar.

Menurut dia, persoalan paling banyak ditemukan pada kualitas infrastruktur dapur, tata kelola organisasi, hingga mutu gizi makanan. Ada juga SPPG yang tersandung kasus menu makanan bermasalah sampai memicu gangguan pencernaan.

“Sebagian besar suspend terjadi akibat masalah infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi,” jelasnya.

Baca juga : Ekonomi Hijau Lahir kanJutaan Lapangan Kerja

Dia mengatakan, di Wilayah I yang meliputi Sumatera, total 758 SPPG pernah disuspend. Saat ini masih ada 148 SPPG yang belum diizinkan beroperasi lagi.

Sementara di Wilayah II atau Pulau Jawa, jumlah suspend paling banyak terjadi. Dari 16.594 SPPG yang beroperasi, sebanyak 3.466 dapur MBG pernah disuspend. Saat ini masih ada 1.666 SPPG yang belum lolos evaluasi.

“Wilayah II menjadi daerah dengan jumlah suspend paling tinggi sampai saat ini,” kata eks jurnalis ini.

Sedangkan di Wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, total 3.959 SPPG pernah terkena suspend. Sebanyak 399 di antaranya masih dihentikan sementara.

Nanik membeberkan, penyebab suspend cukup beragam. Mulai dari menu makanan yang tidak sesuai standar anggaran bahan baku, dugaan mark up harga bahan makanan, hingga bangunan dapur yang tak sesuai alur teknis MBG.

Ada juga SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), belum mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga tidak menyediakan mess bagi petugas pengawas.

Baca juga : Kedatangan Jokowi Sudah Dinantikan Warga Lampung

“SPPG yang tidak memenuhi juknis tetap akan disuspend sampai semua syarat dipenuhi,” tegasnya.

Dia menambahkan, BGN kini juga memperketat kewajiban distribusi MBG untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Setiap SPPG minimal harus melayani 300 penerima manfaat kelompok tersebut.

Jika sampai 2 Juni 2026 target itu tidak dipenuhi, BGN bakal menjatuhkan suspend mayor tanpa insentif kepada SPPG terkait.

“SPPG yang tidak melayani kelompok 3B akan mendapat suspend mayor tanpa insentif,” imbuhnya.

Di lapangan, pengawasan kualitas dapur MBG juga terus diperketat. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengaku melakukan pengecekan SPPG di lapangan.

Dia mengatakan, pengawasan dilakukan agar kualitas makanan MBG tetap aman untuk anak-anak penerima manfaat. Pemerintah tak ingin program unggulan tersebut malah memunculkan persoalan kesehatan baru.

Baca juga : Gerindra Puji Layanan Haji 2026

Dia juga mengingatkan yayasan maupun investor pengelola SPPG agar tidak sekadar mengejar keuntungan bisnis. Menurutnya, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam program MBG.

“Saya minta pengelola benar-benar memikirkan masa depan anak-anak, bukan sekadar mencari keuntungan,” imbuhnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Selasa, 2 Juni 2026 dengan judul "Belum Lolos Standar Dua Ribu Dapur MBG Masih Di-suspend BGN"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.