RM.id Rakyat Merdeka - Helm putih, sepeda gunung hitam dan baju kaos bertulis Iran dalam font besar, menjadi penanda Arezoo Eskandari. Pesepeda asal Isfahan, Iran, sedang mampir di Jakarta untuk menyebarkan pesan perdamaian dan keunikan Tanah Airnya.
Wanita berusia 35 tahun ini menggowes sepedanya dengan rute dari Iran, menuju China, Vietnam, Laos, Thailand dan Malaysia seorang diri. Perjalanan yang dimulai Desember 2025 ini berhenti sejenak di Indonesia.
Eskandari sampai di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026). Senyum manis menghiasi wajahnya saat tiba di AFK Beauty Skin Clinic, Mampang, Jakarta, Senin (8/6/2026) petang. Dia diundang pemilik klinik kecantikan AFK Beauty Skin Clinic, Ade Fitri Kirana, untuk menikmati paket perawatan kecantikan sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali.
“Sangat terharu dan bahagia mendapat undangan seperti ini. Rasa kemanusiaan belum hilang,”¬ ujarnya saat bertemu jurnalis di AFK Beauty Skin Clinic.
Dia mengaku, perjalanannya sejauh ini cukup berat. Bukan berat dalam sisi finansial. Namun, berat memikirkan kondisi keluarganya yang dia tinggalkan di Iran.
Beberapa bulan Eskandari memulai petualangannya, saat Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang tanah kelahirannya.
Baca juga : Xi Jinping Dijemput Jong-un Di Bandara
“Kekhawatiran bertambah dengan sulitnya menghubungi keluarga akibat jaringan internet yang dibatasi,” akunya.
Kendati begitu, dia tidak putus asa. Dia memulai perjalanan ini demi menyebarkan misi perdamaian dan tak akan mundur di tengah jalan.
“Saya bisa dibilang sebagai duta besar informal untuk Iran,” candanya.
Eskandari ingin mendobrak segala asumsi publik internasional tentang negaranya yang mengekang perempuan. “Banyak yang kaget saat tahu saya asli Iran,” ujarnya, sembari tertawa kecil.
“Mereka pikir perempuan Iran terisolasi dan tidak boleh melakukan banyak hal. Perjalanan saya membuka mata banyak orang,” imbuhnya.
Berbekal uang hasil menjual mobil pribadinya seharga 2.100 dolar AS atau sekitar Rp 38 juta, Eskandari berpindah-pindah sambil menyebarkan moto pribadi: go slow, see more, live deeper atau ‘jalan perlahan, lihat lebih banyak dan maknai hidup lebih baik.’
Baca juga : Askrindo Syariah Salurkan Hewan Kurban ke Sejumlah Daerah di Indonesia
Sepanjang perjalanan, dia bertemu banyak orang baik dan bersimpati dengan tujuan hidupnya.
“Banyak yang mengundang saya makan bersama dan berbagi pengalaman dengan orang-orang dari berbagai latar belakang,” ungkapnya.
Membawa beban seberat 60 kilogram di sepedanya, Eskandari mengaku perjalanannya bukan tanpa rintangan.
“Saya melihat diri saya sebagai perwakilan bangsa besar Iran. Ke mana pun saya pergi, selalu mengenakan pakaian yang melambangkan negara saya, ada simbol negara dan bendera negara. Saya bangga berkeliling menyampaikan citra dan pesan positif soal negara saya,” bebernya.
Eskandari menyayangkan banyaknya media yang menggambarkan Iran jauh dari kenyataan yang sebenarnya.
“Saya ingin dunia melihat sisi lain dari Iran yang penuh dengan nilai seni, budaya dan kedamaian,” ucapnya.
Baca juga : PWNU DKI Jakarta Percayakan Pemotongan Hewan Kurban kepada Dharma Jaya
Duta Wisata Isfahan ini merasa hal yang dilakukannya tersebut adalah cara untuk berkontribusi dan berinteraksi antar-bangsa.
Eskandari menambahkan, dia juga membawa pesan persaudaraan yang tulus kepada maasyarakat Indonesia.
“Pesan saya adalah memperkenalkan Isfahan dan Iran, menceritakan keramah-tamahan masyarakatnya, mengundang mereka ke Iran dan menyampaikan pesan perdamaian dan persaudaraan dari negara kami kepada bangsa lain,” jelasnya.
Dari Jakarta, Eskandari melanjutkan perjalanannya ke Bali sebelum menuju India.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.