BREAKING NEWS
 

Saling Usir Di Pulau Sengketa Senkaku-Diaoyu

China-Jepang Kembali Panas

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 8 Juli 2026 06:30 WIB
Lokasi insiden kapal China dan Jepang di dekat pulau-pulau tak berpenghuni yang diklaim sebagai Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China. Foto: REUTERS/Kyodo

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan China dan Jepang kembali memanas. Kapal penjaga pantai kedua negara terlibat aksi saling usir di sekitar kepulauan sengketa di Laut China Timur, Selasa (7/7/2026). Masing-masing mengklaim, kapal lawan telah memasuki perairan teritorial mereka.

Insiden terjadi di sekitar kepulauan tak berpenghuni yang disebut Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China. Gugusan pulau yang berada di antara Taiwan dan Okinawa itu telah menjadi sumber sengketa diplomatik kedua negara selama puluhan tahun.

Penjaga Pantai Jepang telah mengusir dua kapal Penjaga Pantai China yang mendekati kapal nelayan Jepang yang sedang beroperasi di kawasan tersebut.

Kapal-kapal China terakhir kali memasuki perairan yang diklaim Jepang sebagai wilayahnya pada 10 Juni lalu. Namun, tergolong jarang bagi kapal-kapal Beijing untuk mendekati kapal penangkap ikan Jepang.

Mengutip dari Kantor Berita Prancis, AFP, otoritas penjaga pantai Jepang mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: Mengeluarkan perintah untuk pergi dan berhasil memaksa kapal-kapal penjaga pantai China meninggalkan perairan wilayah Jepang sekitar pukul 09.20 Selasa pagi waktu setempat.

Baca juga : Pemerintah Tingkatkan KEK Berbasis SDM Global

Disebutkan juga bahwa kapal-kapal penjaga pantai Jepang dikerahkan di sekitar kapal penangkap ikan Jepang tersebut untuk memastikan keselamatannya.

Menurut otoritas penjaga pantai Jepang, awalnya ada empat kapal penjaga pantai China yang berlayar di sekitar perairan tersebut, tapi hanya dua kapal yang terdeteksi memasuki perairan Jepang. Aktivitas kapal-kapal penjaga pantai China itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

“Penjaga pantai Jepang akan terus merespons dengan tenang dan tegas sesuai hukum internasional maupun domestik. Serta akan mengambil segala langkah yang memungkinkan untuk menjamin keamanan perairan wilayah kami,” tegas otoritas penjaga pantai Jepang dalam pernyataannya.

Adsense

China membantah tudingan itu. Menurut kantor berita Xinhua, Penjaga Pantai China (CCG) justru mengusir kapal nelayan Jepang Zuihou Maru yang memasuki perairan di sekitar Pulau Chiwei Yu, pulau paling timur dari Kepulauan Diaoyu.

Juru bicara CCG Jiang Lue mengatakan, kapal patroli China mengambil langkah yang diperlukan sesuai hukum dengan memperingatkan dan mengusir kapal tersebut dari wilayah yang diklaim Beijing sebagai bagian dari kedaulatannya.

Baca juga : Kali Grogol Bersih Dan Kinclong, Bangunan Liar Jangan Dikasih Tempat Lagi

China kembali menegaskan, Kepulauan Diaoyu beserta pulau-pulau afiliasinya merupakan wilayah yang tidak terpisahkan dari kedaulatannya.

Beijing juga mendesak Jepang segera menghentikan segala bentuk pelanggaran dan tindakan yang dianggap provokatif di perairan tersebut.

Jiang mengatakan, CCG akan terus melakukan patroli penegakan hukum di sekitar Kepulauan Diaoyu untuk menjaga kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritim Negeri Tirai Bambu itu.

Kepulauan tersebut telah menjadi titik perselisihan dalam ketegangan bilateral selama beberapa dekade terakhir. Hubungan kedua negara semakin memburuk sejak Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi melontarkan komentar kontroversial soal Taiwan pada November tahun lalu yang memicu kemarahan China.

Takaichi mengatakan, Jepang dapat melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratis.

Baca juga : Raja Eropa Tantang Dunia

China bersikeras menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatan dan tidak menutup kemungkinan untuk direbut dengan kekerasan.

Beijing mengecam pernyataan terbaru, serta telah mengimbau warga China tidak bepergian ke Jepang dan memperketat pembatasan perdagangan terhadap sejumlah perusahaan Tokyo. MEL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 8 Juli 2026 dengan judul "Saling Usir Di Pulau Sengketa Senkaku-Diaoyu China-Jepang Kembali Panas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense